Showing posts with label Inspirator. Show all posts
Showing posts with label Inspirator. Show all posts

Tuesday, January 5, 2016

Nadiem Makarim, Pendiri Go-Jek

Siapa yang tidak tahu Go-Jek aplikasi layanan jasa ojek online ini sekarang telah menjadi bisnis yang sangat menggiurkan dengan suntikan dana-dana besar perusahaan “Venture” membuat aplikasi ini melakukan promo besar-besaran serta meluaskan ekspansi bisnisnya tidak semata jasa layanan ojek saja tapi kini mulai merambah jasa antar makanan dan barang serta belanjaan

Orang dibalik layar kesuksesan Go-Jek sekaligus pendirinya adalah Nadiem Makarim . Dengan bendera Go-Jek Nadiem Makarim makin dikenal luas oleh publik Indonesia, dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi mobile, GO-JEK berhasil merevolusi industri transportasi Ojek.

Profil Nadiem Makarim
Nadiem Makarim lahir pada 4 Juli 1984 ini dari pasangan ayah bernama Nono Anwar Makarim yang berasal dari Pekalongan yang berprofesi sebagai pengacara dan ibu bernama Atika Algadrie dari Pasuruan yang bekerja di bidang non-profit. Nadiem Makarim memiliki dua saudara perempuan. Istri Nadiem Makarim bernama Franka Franklin, mereka menikah pada tahun 2014 yang lalu.

Pria ini mengawali sekolahnya dengan masuk di sebuah SD di Jakarta, kemudian ia lulus SMA di Singapura, dari Singapura ia kemudian melanjutkan pendidikannya di jurusan International Relations di Brown University, Amerika Serikat. dan selama setahun ia mengikuti program foreign exchange di London School of Economics. Ia juga melanjutkan studinya di Harvard Business School, Harvard University dan lulus dengan menyandang gelar MBA (Master Business Of Administration). Nadiem Makarim diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan Mckinsey & Company sebuah konsultan ternama di Jakarta dan menghabiskan masa selama tiga tahun bekerja disana. Diketahui pula ia pernah bekerja sebagai Co-founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia kemudian menjadi Chief Innovation officer kartuku. Berbekal banyak pengalaman selama bekerja, Nadiem Makarim kemudian memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaan GO-JEK pada tahun 2011.

 ...Saya tidak betah kerja di perusahaan orang lain. Saya ingin mengontrol takdir saya sendiri - Nadiem Makarim.

Alasan sederhana itulah yang membuat Nadiem Makarim mencoba merintis perusahaan sendiri yang kemudian dikenal dengan nama GO-JEK berbekal pengalaman kerja serta memiliki jiwa enterpreneurship. Ide bisnis transportasi GO-JEK sendiri berasal dari pemikiran Nadiem ketika ia berdiskusi dengan tukang ojek langganannya. Nadiem Makarim yang jarang menggunakan mobil karena mobilitasnya yang tinggi, ia lebih sering menggunakan jasa ojek. Dari perbicangannya dengan para tukang ojek, ia menemukan kenyataan bahwa hampir sebagian besar tukang ojek menghabiskan waktunya hanya menunggu pelanggan saja dan susah untuk mencari pelanggan, di sisi lain kemacetan Jakarta makin memburuk maka di butuhkan sebuah layanan transportasi yang cepat serta pengiriman yang cepat untuk membantu warga jakarta. 

Nadiem Makarim dan Perusahaan Ojek Modern Berteknologi
Kemudian pada tahun 2011, GO-JEK sebagai perusahaan resmi didirikan oleh Nadiem Makarim yang kemudian menjabat sebagai CEO GO-JEK. Layanan Go-jek menawarkan kemudahan serta kecepatan dengan bekerja sama dengan para Tukang Ojek di bawah nauangan perusahaan GO-JEK. Layanan Go-jek Nadiem Makarim menawarkan jasa pengantaran barang dan makanan, transportasi, serta jasa belanja. GO-JEK semakin berkembang setelah pada tahun 2014 mendapat suntikan dana dari perusahaan investasi asal singapura yaitu Northstar Group, kemudian perusahaan ojek milik Nadiem Makarim tersebut juga mendapat suntikan dana pada tahun yang sama dari dua perusahaan yakni Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd.

Kemudian nama GO-JEK makin semakin terkenal pada tahun 2015 ketika merilis aplikasi mobilenya sehingga makin banyak menarik minat pelanggan baru yang menggunakan jasanya. Nadiem Makarim sendiri benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemudahan pelanggan menggunakan jasa GO-JEK nya. Para pelanggan GO-JEK dapat menggunakan aplikasi melalui smartphone mereka untuk memesan layanan GO-JEK, selain itu Tarif dari GO-JEK didasarkan pada jarak tempuh dan pembayarannya dapat menggunakan credit (my wallet). Awalnya Nadiem Makarim pada awal mendirikan perusahaan GO-JEK, ia hanya membawahi 20 orang tukang ojek, namun sekarang ia sudah memiliki 10 ribu orang tukang Ojek yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dibawah naungan perusahaannya. Segala inovasi ia lakukan sehingga bisnisnya kemudian banyak diliput oleh media sebagai perusahaan yang merevolusi transportasi ojek.


Sunday, December 27, 2015

Agus Raharjo, Ketua KPK Yang Baru ( 2016 - 2020 )

Pada akhir Pekan ini (19/12/2008) Nama Agus Raharjo ramai dibicarakan oleh publik saat ini takkala dirinya resmi terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 17 Desember 2015 lalu. Agus Raharjo berhasil terpilih sebagai ketua KPK setelah komisi III DPR RI menggelar pemungutan suara untuk menentukan Ketua KPK selanjutnya menggantikan Abraham Samad yang sebelumnya menjabat sebagai ketua KPK. Agus Raharjo terpilih setelah mengumpulkan 44 suara mengungguli saingannya Irjen Pol Basariah Panjaitan yang mengumpulkan suara sebanyak 10 dari total suara sebanyak 54.

Beliau lahir di Magetan pada tahun 1956. sejak kecil Agus Raharjo tinggal di Magetan, Jawa Timur. Ia memulai sekolahnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kapolorejo di Magetan, tamat dari sana ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMP dan SMA di Magetan, Jawa Timur. Tamat SMA, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi di ITS Surabaya jurusan Teknik Sipil. Setelah memperoleh gelar S1 nya dari ITS, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di luar negeri dengan belajar di Cambridge, Amerika Serikat tepatnya di Arthur D. Little Management Education Institute. Ia kemudian tinggal dan bekerja di Amerika Serikat selama lima tahun. antara tahun 1995 hingga 1997 ia aktif sebaga pembicara di lembaga Internasional di Paris, Perancis.

Setelah kembali ke Indonesia, ia kemudian menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan menetap di Jakarta. Ia menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Publik (PPKPBJ) di Kantor Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada tahun 2006. Kemudian pada tahun 2008, Agus Raharjo menjadi sekertaris Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang merupakan lembaga non-kementrian. Dan kemudian dua tahun setelahnya, agus Raharjo menggantikan Roestam Syarief sebagai kepala LKPP. Selain itu Agus Raharjo juga pernah menjabat sebagai direktur pendidikan Bappenas.

Agus Raharjo Terpilih Menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Agus Raharjo mulai bergabung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika ia bersama Ketua KPK saat itu yaitu Busyiro Muqodas mendeklarasikan kegiatan Anti Korupsi. Kemudian ketika Panitia Seleksi (Pansel) membuka pendaftaran seleksi pimpinan KPK, Agus Raharjo kemudian ikut mendaftarkan diri. Dari 500 pendaftar, ia masuk dalam delapan besar calon pimpinan KPK. Kemudian Panitia seleksi melakukan seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan oleh komisi III DPR RI bersama dengan badan pemerintah lainnya seperti PPATK, Polri, BIN, dan kejaksaan Agung sehingga pada tanggal 17 Desember 2015, Agus Raharjo terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru dengan masa jabatan dari 2015 hingga 2019. Ia terpilih sebagai ketua KPK setelah mengalahkan saingannya Basariah Panjaitan dalam pemungutan suara untuk menentukan Ketua KPK. Saat uji kelayakan dan kepatutan, ia diketahui memiliki tabungan sejumlah 20 juta rupiah dan dan sebidang tanah di Jonggol, citra raya dan Bumi Serpong Damai di Tangerang. 


Saturday, December 26, 2015

Ridwan Kamil, Walikota Bandung dan Tokoh Perubahan Indonesia

Sosok walikota satu ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Bandung sebagai pemimpin yang membawa perubahan bagi kota Bandung. Berikut Biografi dan Profil dari Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil yang menjabat sebagai walikota Bandung. Ridwan Kamil Lahir di Bandung pada tanggal 4 Oktober 1971, Emil nama sapaan akrabnya, ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Emil atau Ridwan Kamil sebenarnya menyukai berimajinasi sejak masa kecil. Ia suka membaca komik dan melihat foto dari berbagai kota di luar negeri. Sejak kecil Ridwan Kamil memiliki semangat kewirausahaan. Ia bersekolah di SDN Banjarsari III Bandung tahun 197 hingga 1984, Ketika sekolah dasar ia telah menjual es mambo buatannya sendiri. Selama bersekolah, ridwan Kamil dikenal sebagai sosok yang aktif dan cerdas. Selain aktif di OSIS, Paskibra dan klub sepak bola, Emil selalu masuk dalam rangking lima besar di kelasnya.

Setelah tamat sekolah dasar ia kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 2 Bandung kemudian di SMA Negeri 3 Bandung pada tahun 1987 hingga 1990. Setelah tamat SMA, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil jurusan Teknik Arsitektur dari tahun 1990 hingga 1995. Ridwan kamil juga aktif dalam kelompok-kelompok mahasiswa dan unit kegiatan seni. Semangat kewirausahaannya di kampus lagi, untuk mencari dana tambahan untuk kuliah, ia membuat ilustrasi cat air atau maket untuk dosen.

Lulus dari ITB, ia memilih untuk bekerja di Amerika Serikat. Tapi hanya bertahan empat bulan bekerja ia berhenti karena dampak krisis moneter Indonesia yang membuat klien tidak membayar pekerjaannya. Ia tidak langsung pulang ke Indonesia, dia bertahan di Amerika sebelum akhirnya mendapat Beasiswa di University of California, Berkeley. Selagi mengambil S2 di Univesitas tersebut Ridwan Kamil bekerja paruh waktu di Departemen Perancanaan Kota Berkeley. Untuk bertahan hidup di Amerika, ia makan sekali sehari dengan menu murah seharga 99 sen. Perjuangan Ridwan Kamil untuk bertahan hidup di Amerika terus diuji ketika istrinya, Atalia Praratya akan melahirkan anak pertama mereka. Ayah yang kini memiliki dua orang anak ini tidak memiliki uang untuk biaya persalinan istrinya, sehingga akhirnya dia harus mengaku miskin pada pemerintah kota setempat untuk mendapatkan Pengobatan gratis. Akhirnya, ia menemani istrinya melahirkan di sebuah rumah sakit khusus untuk orang miskin, tepatnya di bangsal rumah sakit. Baginya pengalaman jatuh bangun hidupnya membentuk nilai-nilai tersendiri akan kerasnya perjuangan hidup. 

Pada tahun 2002 Ridwan Kamil pulang ke tanah kelahirannya Indonesia dan dua tahun kemudian mendirikan Urbane, firma yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain. Kini Ridwan Kamil aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung, serta Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura).

Urbane merupakan firma yang dibangun oleh Ridwan Kamil pada tahun 2004 bersama teman-temannya seperti Achmad D. Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan W. Darwis. Reputasi Internasional sudah mereka bangun dengan mengerjakan projek-projek di luar Indonesia seperti Syria Al-Noor Ecopolis di negara Syria dan Suzhou Financial District di China. Tim Urbane sendiri terdiri dari para profesional muda yang kreatif dan berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan. Urbane juga memiliki projek berbasis komunitas dalam Urbane Projek Komunitas dimana visi dan misinya adalah membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan untuk memberikan donasi dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah sekitarnya.

Urbane telah banyak dianugrahi penghargaan-penghargaan dari media internasional seperti BCI Asia Awards tiga tahun berturut-turut pada tahun 2008, 2009 dan 2010 dan juga BCI Green Award pada tahun 2009 atas projek desain Rumah Botol (dari botol bekas). Urbane juga sering mengikuti kompetisi di bidang desian arsitektur tingkat nasional seperti Juara 1 kompetisi desain Museum Tsunami di Nangro Aceh Darrussalam tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain kampus 1 Universitas Tarumanegara tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia tahun 2009, juara 1 kompetisi desain Sanggar Nagari di Kota Baru Parahyangan di Kabupaten Bandung Barat dan juara 1 kompetisi desain Pusat Seni dan Sekolah Seni di Universitas Indonesia tahun 2009.

Biodata Ridwan Kamil
Nama Lengkap : Mochamad Ridwan Kamil, ST. MUD.
Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 4 Oktober 1971
Zodiac : Balance
Kebangsaan : Indonesia
Istri : Atalia Praratya Kamil
Anak : Camillia Laetitia Azzahra
            Emmiril Khan Mumtadz
Profesi : Arsitek, Dosen di ITB, dan Walikota Bandung (Sekarang)
Agama : Islam
Situs web : www.ridwankamil.net
Akun Twitter : @ridwankamil

Riwayat Pendidikan
SDN Banjarsari III Bandung 1978-1984
SMP Negeri 2 Bandung 1984-1987
SMA Negeri 3 Bandung 1987-1990
Sarjana S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung 1990-1995
Master of Urban Design University of California, Berkeley 1999-2001



Thursday, December 17, 2015

Fidel Castro, Pemimpin Sosialis Kuba

Jika kita membicarakan Kuba, maka kurang lengkap kita tak membicarakan Sang Pemimpin Kuba Fidel Castro, meski sejak 2008 dia telah menyerahkan tampuk kekuasaanya pada adiknya Raul Castro namun ketokohanya dan cerita kepahlawananya bagi rakyat Kuba tak akan pernah mudah hilang

Kemunculan serta kemenanganya menghadapi Diktator Batista seperti sebuah dogeng antara David melawan Goliath. Kepiawaianya mengambil hati rakyat dan kerja kerasnya lah yang membuatnya yang semula hanya memimpin sekelompok pasukan berjumlah puluhan bisa menakhhlukan Kuba dan membuat rezim Sosialis di Kuba.

Fidel Castro atau bernama lengkap Fidel Alejandro Castro Ruz, Fidel Castro lahir di Mayari di Provinsi Oriente, Kuba pada 13 Agustus 1926. Dia bersekolah di Santiago de Cuba dan Havana serta pernah bersekolah di Celagio de Belen, sebuah asrama jesuit. Pada tahun 1945, Castro mendaftar di Universitas Havana untuk belajar hukum. Pada masa kanak-kanak, Fidel Castro telah menunjukkan minat pengetahuan dan ilmu tentang sejarah dan militer Kuba. Ini dibuktikan ketika saat masa Fidel Castro menjadi seorang mahasiswa, ia sudah terlibat dengan kelompok – kelompok revolusioner. Setelah menyelesaikan masa kuliah, ia mengabdikan diri ke masyarakat dengan memberikan pelayanan ke orang miskin yang membutuhkan.

Tahun 1947, Fidel Castro ikut ambil bagian dalam gerakan penggulingan kediktaktoran Republik Dominika yang dikuasai oleh Rafael Trujillo, kemudian ia lari ke New York setelah mendengar adanya kabar akan adanya ancaman akan pembunuhan oleh lawan politiknya terhadap dirinya. Tahun 1950, Fidel Castro mendapatkan gelar doktor hukum. Pada tahun 1952, Setelah mendapatkan gelar tersebut Fidel Castro ikut menjadi bagian dan menjadi pemimpin gerakan anti pemerintahan atas kudeta yang dilakukan oleh Fulgeinco Batista. Tahun 1953, Fidel Castro memimpin serangan ke camp barak militer Mencada Santiago de Cuba, tetapi serangan yang dilakukan oleh seorang Fidel Castro ini dikatakan gagal. Oleh karena serangan itu menimbulkan korban 69 orang dari 111 orang yang ikut menyerang. Fidel Castro sendiri mendapat hukuman penjara selama 15 tahun.

Tanggal 15 Mei 1955, tanggal dan tahun ini adalah hari pembebasan dan hari pengampunan untuk pemimpin penyerang camp barak militer yaitu seorang Fidel Alejandro Castro Ruz atau yang dikenal Fidel Castro. Setelah ia dibebaskan dan diampuni, Fidel Castro langsung melakukan upaya penggulingan pemimpin diktaktor saat itu yaitu diktaktor Batista. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1955. Gerakan ini dikenal dengan nama gerakan 26 Juli. Pada 7 Juli 1955, Fidel Castro melarikan diri ke ke negara tetangga yaitu negara Meksiko. Fidel Castro yang melarikan diri ke daerah Meksiko ini bertemu dengan tokoh pejuang revolusioner Che Guevera .

Che Guvera sendiri berasal dari negara Amerika Latin yang kita ketahui negara Argentina. Pada saat pertemuan yang pertama ini, Che Guevera kagum akan rasa revolusi yang ada pada diri Fidel Castro dan adik Fidel Castro yaitu Raul Castro. Ia kembali ke daerah aslinya Kuba pada tanggal 2 Desember 1956 dan melakukan perang dengan taktik bergerilya di Pegunungan Sierra Maestra. Pada peristiwa ini, Fidel Castro dan pasukannya berhasil mendapatkan kemenangan. Keberhasilan perjuang ini tidak lepas dari dukungan masyarakat sekitar, rakyat mendukung perlawanan ini karena mereka tidak puas dengan kepemimpinan kediktaktoran dari diktaktor Batista. Dukungan yang diberikan masyarakat Kuba bukan hanya dengan perkataan saja tetapi mereka ikut bergabung dengan pasukan Fidel Castro, sehingga pasukan pemberontak ini memperoleh kemenangan dengan pasukan yang besar. Akhir tahun 1957, Castro bersaudara menemukan markas tetap di La Plata, wartawan dari berbagai negara termasuk wartawan Amerika Serikat mengunjungi para pemberontak dan menawarkan dukungan buat mereka.

Pada tanggal 8 Januari 1959, Fidel Castro berhasil mencapai Kuba dan menyempurnakan Revolusi Kuba yang diproklamirkan oleh Fidel Castro sendiri dan pasukannya. Pengaruh Fidel Castro tidak hanya dalam perjuangan yang hanya ada di dalam negerinya, tetapi perjuangan Fidel Castro juga ada di luar negeri, Fidel Castro melihat bahwa di dunia hanya ada Amerika Serikat dan Uni Soviet. Fidel Castro mulai menggalakkan kekuatan untuk mematahkan dominasi dari Amerika Serikat dan Uni Soviet. Setelah peristiwa Proklamasi Revolusi yang dilakukan Fidel Castro, ia langsung mendapat jabatan sebagai Presiden Dewan Negara dan Dewan Menteri. Fidel Castro sendiri menjalin hubungan diplomatik yang sangat baik dengan negara Uni Soviet karena pada waktu itu dominasi dunia ada diantara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Maka dari itu, ia menjalin hubungan dengan kedua negara tersebut. Tetapi negara Amerika Serikat menolak kerjasama yang diajukan oleh Fidel Castro. Ia kemudian mencanangkan program nasionalisasi sumber daya Kuba, membentuk Negara Sosialis Satu Partai dan memenjarakan orang- orang yang dianggapnya sebagai musuh dan menghalang –halangi cita- cita sosialisme Kuba Program Nasionalisasi dan sosialisme yang dijalankan oleh Fidel Castro ternya mendapatkan tentangan keras dari negara Amerika Serikat karena banyak perusahaan asal Amerika Serikat yang dinasionalisasi tanpa persetujuan antara kedua belah pihak, yaitu antara Kuba dan Amerika Serikat. Pada bulan April Tahun 1961, Amerika Serikat mendukung gerakan kudeta untuk menggulingkan Fidel Castro, yang dikenal dengan sebutan “Invasi Teluk Babi “. Tetapi walaupun sokongan telah diberikan ternyata hasil yang diharapkan tidak sesuai yang diharapkan, karena gerakan tersebut dapat ditumpas oleh Kuba. Fidel Castro akhirnya mengetahui siapa dalang yang menjadi penggagas gerakan tersebut. Oleh karena itu, setelah gerakan yang dibuat Amerika Serikat gagal, itu menjadi batu lompatan sang revolusioner untuk tumbuh menjadi Marxisme.

Kedudukan Fidel Castro makin terbuka buat bersekutu dengan negara Uni Soviet. Tahun 1962 dengan mengatasnamakan kerjasama dengan Kuba, Uni Soviet menempatkan hulu ledak nuklir yang diarahkan ke negara Amerika Serikat, dengan pangkalanya di Kuba yang membuat hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba yang dibantu Uni Soviet makin tegang dan memanas dan sewaku-waktu bisa meletus Perang besar antara tiga negara tersebut. Akhirnya untuk meredakan ketegangan melalui perundingan yang alot untuk mendapatkan kata sepakat, Presiden Amerika Serikat saat itu John F. Kennedy bertemu dengan Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev. Karena peristiwa inilah membuat Amerika Serikat membenci Kuba, kebencian ini karena dendam terhadap Kuba dan Pemimpin Kuba yaitu Fidel Castro. Dibawah pemerintahan Sang Revolusioner Fidel Castro, Kuba dikatakan perkembangannya sangat maju dibanding kawasan negara daerah Amerika Tengah. Kalau boleh dikatakan bahwa pemerintahan Kuba pada saat itu stabil.

Patria O Muerte! Tanah Air atau Mati! Pekik itu yang kerap dikumandangkan oleh Fidel Castro dalam setiap pidatonya yang panjang dan menggelora. Hidupnya seperti hendak ia berikan seluruhnya untuk tanah air yang begitu ia banggakan:Kuba. Jika ada pemimpin sebuah Negara yang berkali – kali mengalami percobaan pembunuhan dan lebih dari empat dekade menjadi musuh bagi negara lain, tentunya pemimpin itu adalah pemimpin yang menarik. Awal kiprah Fidel Castro di dunia politik bermula dari perlawanannya kepada rezim diktator Fulgencio Batista. Ia dan beberapa orang kawan seperjuangannya bergerilya dari pegunungan Sierra Maestra dan mendapatkan simpati dari rakyat Kuba. Itu bukan perjuangan yang mulus – mulus saja, membutuhkan beberapa tahun bagi Fidel Castro sampai ia benar- benar berhasil menggulingkan Fulgencio Batista. Selama memerintah, Fidel Castro dikenal sebagai pemimpin yang diktator. ia dikenal sebagai figur pemimpin yang tegas, keras, bahkan angkuh. Jules Archer mendefinisikan diktator sebagai seorang penguasa yang mencari dan mendapatkan kekuasaan mutlak pemerintahan tanpa (biasanya) memperhatikan keinginan – keinginan nyata rakyatnya. Kekuasaan mutlak itu dapat diperolehnya baik dengan jalan sah (misalnya lewat pemilihan umum) ataupun tidak sah (misalnya kudeta). Dalam hal ini Fidel Castro mendapatkan tampuk kekuasaannya melalui jalan yang tidak sah yaitu seperti yang disebutkan di atas bahwa ia "mengkudeta" pemimpin Kuba sebelumnya yaitu Fulgencio Batista. Popularitas adalah hal penting bagi seorang diktator. Menjadi sangat wajar bagi seorang diktator untuk meneriakkan perang pada negara lain atau mempengaruhi rakyat agar menentang kekuasaan dunia. Hal ini terlihat jelas sesaat setelah merebut kekuasaan, Castro mulai mendirikan sistem intelijen dan keamanan yang amat ketat. Sebagai menteri pertahanan, adik Castro mendirikan kembali pengadilan militer, organisasi keamanan seksi pertama disebut Keamanan Negara (DGCI), dijuluki Gestapo merah. Tugasnya adalah meresap dan menghancurkan kelompok anti Castro, membasmi dengan kejam gerakan gerilya Escambrat, mengendalikan kamp kerja paksa dan penjara, juga ada bagian khusus mengawasi seluruh pejabat pemerintah. Seksi ketiga bertanggung jawab atas pengawasan terhadap semua anasir kebudayaan, olahraga, kesenian, pengarang dan  bioskop. Seksi keenam bertanggung jawab atas penyadapan telepon, seluruh personelnya mencapai 1.000 orang, memiliki kekuasaan istimewa yang amat besar. Seksi ketiga DSMI departemen dalam negeri untuk mengawasi agama dan merembes kedalam organisasi keagamaan .

Pertumbuhan ekonomi pada masa kepemimpinan Fidel Castro, pertumbuhan ekonomi sekitar 5-7%. Pertumbuhan ini di tengah kondisi negara benua Amerika yang tengah terseok-seok. Pendidikan pada masa Kuba, dimana setiap akan dimulai sebuah pelajaran baik di tingkat dasar, tengah, dan atas. Para murid selalu menyanyikan Hymne yang berhubungan dengan Revolusi Kuba itu sendiri maupun tokoh latin Che Guevera, yaitu 'Pionores Pol El Communismo. Seremos Como El Che'. Bagi masyarakat Kuba, terutama bagi kaum muda dan anak-anak, Hymne itu menjadi sebuah pedoman atau sebuah kata-kata penyemangat untuk menjadi manusia yang dikatakan sehebat Che Guevera dan Bapak Revolusi Kuba, Fidel Castro.

Di dalam bidang pendidikan Kuba, tahun 2000 Kuba membuka program'University Of All'. Dimana setiap kalangan baik perempuan maupun laki-laki Rakyat Kuba berhak mempeoleh pendidkan sampai ke perguruan tinggi. Hal ini karena Kuba ingin menjadi 'Nations Becomes A University'. Salah satu keunikan dari yang dikemukakan oleh pendidikan Pemerintah Kuba, dimana mereka rakyat Kuba diberikan tayangan televisi pendidikan yang didalamnya diberikan oleh para Profesor. Pemerintah memberikan waktu tayang sebanyak 394 jam siar untuk program pendidikan setiap minggunya, itu memungkinkan sekitar 63% dari total waktu siaran televisi.

Fidel castro pernah menyampaikan pidato dimana disetiap menyebut nama Amerika Serikat, ia selalu memukulkan mikrofon setiap menyebut "The United States . . . Plak". Castro sangat menjunjung yang namanya ideologi dan prinsip, dalam hal ini ia tidak peduli dengan namanya Hak Asasi Manusia, hal ini dibuktikan dengan penolakan terhadap Organisasi Amnesty Internasional. Tetapi kini, Fidel Castro yang dituduh sebagai Diktaktor oleh Pemerintah Amerika Serikat telah meletakkan jabatannya sebagai Pemimpin Kuba .


Pada 24 Februari 2008, Fidel Castro menyerahkan tampuk kekuasaan kepada adiknya Raul Castro. Walaupun terjadi pergantian kekuasaan di Kuba, tetapi Fidel Castro tetaplah Fidel Castro. Sebagaimana yang disampaikan Raul Castro saat dilantik. Fidel Castro adalah Diktaktor bagi Amerika Serikat, Fidel Castro adalah Pemimpin Rakyat Kuba, dan Fidel Castro adalah Revolusioner bagi negaranya, Kuba .


Wednesday, December 2, 2015

Che Guevara, Sang Pejuang Revolusioner

Mungkin ini salah satu sosok paling dikenal di seantero jagat. Kalau tidak namanya, setidaknya mukanya. Kendati bisa jadi tak banyak yang betul-betul tahu siapa dia. Che Guevara. Gambarnya gampang sekali ditemukan di manapun juga. Bahkan sampai ke pelosok antah berantah.

Yang paling dikenal dunia tentu sosok yang mengenakan baret berhiaskan bintang dengan pandangan tajam jauh ke depan. Foto karya Alberto Diaz Gutierrez ini bahkan mencatat rekor dunia sebagai foto yang paling banyak dicetak ulang, dan paling banyak diolah ke dalam berbagai bentuk tampilan visual lain. Termasuk di kaos-kaos dan di poster-poster. Gambar lain yang juga sangat terkenal adalah muka brewok dengan senyum seulas dan cerutu di bibir atau dijepit jari tangan.

Che Guevara memiliki nama asli Ernesto Guevara Lynch de La Serna lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1928. Che Guevara yang berasal keluarga berdarah campuran Irlandia, Basque dan Spanyol dari pasangan Ernesto Guevara Lynch dan Celia de la Serna merupakan anak pertama dari lima bersaudara.


Masa Kecil
Sejak usia dua tahun Che Guevara mengidap asma yang diderita sepanjang hidupnya. Karena itu keluarganya pindah ke daerah yang kering, yaitu daerah Cordoba. Pendidikan dasar ia dapatkan sebagian dari ibunya, Celia de la Serna.. Ia rajin membaca literatur tentang Karl Marx, Engels dan Sigmund Freud yang ada di Ruang baca keluarganya. Memasuki sekolah menengah pertama (1941) di Colegio Nacional Deán Funes. Di sekolah ini dia menjadi yang terbaik di bidang sastra dan olahraga. Di rumahnya, Che Guevara tergerak hatinya oleh para pengungsi perang saudara Spanyol,  dan juga oleh rentetan krisis politik yang parah di Argentina. Krisis ini memuncak di bawah pemerintahan diktator fasis kiri, Juan Peron, seorang yang ditentang Guevara. Berbagai peristiwa ini sangat mempengaruhi pemikiran Che, ia melihat sebuah penghinaan dalam pantomim yang dilakonkan di Parlemen dengan demokrasinya. Maka muncul pulalah kebenciannya akan politisi militer beserta kaum kapitalis dan terutama kepada dolar Amerika Serikat ,yang dianggap sebagai lambang kapitalisme.

Meski demikian dia sama sekali tidak ikut dalam gerakan pelajar revolusioner. Ia hanya menunjukkan sedikit minat dalam bidang politik di Universitas Buenos Aires, (1947), tempat ia belajar ilmu kedokteran. Pada awalnya ia hanya tertarik memperdalam penyakitnya sendiri, namun kemudian dia tertarik pada penyakit kusta.

Berkeliling Amerika Selatan dengan sepeda motor
Pada tahun 1949 ia memulai perjalanan panjangnya yang pertama, menjelajahi Argentina Utara hanya dengan bersepeda motor. Itulah untuk pertama kalinya ia bersentuhan langsung dengan orang miskin dan sisa suku Indian. Selanjutnya pada tahun 1951 setelah menempuh ujian-ujian pertengahan semester Che mengadakan perjalanan yang lebih panjang seorang diri

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran, ia mengadakan perjalanan keliling 5 negara Amerika Latin yang mengubah segalanya. Dalam perjalanan yang dilakukan bersama sahabat karibnya, Alberto Granado dengan menggunakan sepeda motor La Poderosa dari Januari hingga Juli 1952, ia banyak berhadapan dengan sejumlah gejala yang mengguncangkan perasaannya. Yakni kemiskinan dan penderitaan rakyat tertindas. Ia pun sampai pada kesimpulan, bahwa hanya ada satu jalan untuk membebaskan rakyat miskin dan mengangkat martabat mereka. Yakni perjuangan bersenjata. Jalan revolusioner.

Bergabung dengan Fidel Castro
Semasa revolusi nasional Che Guevara mendatangi La Paz, Bolivia dan dia dinyatakan sebagai seorang oportunis. Dia pun melanjutkan perjalanannya ke Guatemala dan menulis artikel arkeologi tentang reruntuhan Indian Maya dan Inca. Che Guevara pindah ke Kota Mexico pada September 1954 dan bekerja di Rumah Sakit Umum, di sinilah Che Guevara bertemu dan kagum pada Raul Castro dan Fidel Castro. Ia bergabung dengan pengikut Castro para pejuang revolusi Kuba.

Mereka dilatih perang gerilya secara keras dan profesional oleh kapten tentara Republik Spanyol Alberto Bayo. Latihan perang tersebut membuat polisi curiga dan menangkap Che dan para pejuang revolusi Kuba selama satu bulan. Pada Juni 1956 mereka menyerbu Kuba, dan Che Guevaralah yang bertindak sebagai komandan tentara revolusioner Barbutos. Dia merupakan orang yang disiplin dan juga kejam, dia akan menembak siapa saja yang bertindak ceroboh, karena hal inilah Che Guevara mendapatkan reputasi atas kekejamannya yang berdarah dingin.

Menikah dengan Aledia March
Pada tahun 1959, Che Guevara menikah dengan Aledia March. Che Guevara mendirikan Departemen Industri menyusun hukum agraria, dan menjabat sebagai Presiden Bank Nasional Kuba. Che Guevara menjadikan perekonomian Kuba ke arah komunisme.

Castro mengutus Che untuk melakukan perjalanan selama tiga bulan untuk mengunjungi 14 negara di Asia, yang merupakan negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika. Konferensi ini diadakan di Bandung pada tahun 1955. Che Guevara berkunjung ke Jakarta dan mengunjungi candi Borobudur. Sekembalinya dari mengunjungi 14 negara di Asia dia menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Penentangannya terhadap komunis Uni Soviet terlihat dalam organisasi untuk Solidaritas Asia Afrika di Aljazair pada Februari 1965. Sikap Che yang tidak kenal kompromi pada negara kapitalis, membuat negara komunis memaksa Castro memberhentikan Che Guevara.

Akhir Hayat Guevara
Che Guevara meninggal pada tanggal 9 Oktober 1967. Dia tertangkap oleh tentara Bolivia pada 8 Oktober 1967. Dan hukuman tembak dijatuhkan pada tanggal 9 Oktober 1967 lalu mayatnya dikubur secara rahasia di Bolivia dan baru ditemukan pada tahun 1997. Pada 12 Juli 1997 mayat Che Guevara dipindahkan ke Kuba dan  di makamkan dengan upacara kemiliteran di Santa Clara, di provinsi Las Villas. Tempat dimana Che Guevara mengalami kemenangan dalam pertempuran revolusi Kuba. Che menjadi legenda. Berbagai tokoh sastra, musik dan seni telah mempersembahkan komposisinya kepada Che Guevara. Penyair Chili Pablo Neruda, Pengarang Uruguay Mario Benedetti, Penyanyi Carlos Puebla dan Los Fabulosos Cadillacs.

Kisah Sepak Terjang Perjuangan
Che Guevera menempuh pendidikan tinggi di Universitas Buenos Aires tahun 1953 dan sebelum terjun sebagai gerilyawan, ia adalah seorang dokter di Argentina. Ia meninggalkan profesinya untuk memperjuangkan hak-hak kaum miskin terutama di Amerika Latin. Ia bergabung dengan Fidel Castro saat berada di pembuangan di Meksiko. Tahun 1956 bersama Castro dan beberapa tahanan lain melarikan diri dan menyeberangi Laut Karibia dengan perahu dan membawa misi penyerangan Kuba serta menjatuhkan kekuasaan diktaktor Batista.

Guevara berhasil mendarat di daerah rawa yang sangat ganas sehingga kehilangan banyak rekan-rekannya. Ia dan Castro serta beberapa orang yang selamat kemudian berhasil mencapai perbukitan Sierra Maestra. Ia kemudian menggalang kekuatan dan melakukan penyerangan terhadap pemerintah Kuba. Dengan modal keberanian, keterampilan, kekejaman dan taktik perang gerilya, Guevara dan Castro serta para gerilyawan berhasil memasuki Havana dan mengobarkan revolusi sosial di Kuba dan berhasil menumbangkan diktaktor Batista.

Setelah peristiwa tersebut Guevara namanya melambung di dunia Internasional sebagai penantang Amerika. Eksekusi yang di alaminya setelah ditangkap tentara Bolivia dalam suatu misi pemberontakan melawan Tirani Bolivia membuatnya makin terkenal sebagai super hero bagi masyarakat miskin. Kuburannya tidak diketahui, dan ia mati dalam keadaan tangan tertetak seakan-akan para pembunuhnya ketakutan walupun ia sudah mati.

30 Tahun sejak kematiannya namanya tetap hidup dan muncul di mana-mana; dalam gantungan kunci, cangkir kopi, poster,manik-manik di ujung kunci, perhiasan, souvenir, di pertunjukan opera atau teater. Sebagain besar orang mengidolakan Guevera jauh setelah kematiannya hanya dengan mengetahui sedikit mengenai tujuan dan riwayat kehidupannya. Popularitasnya lebih disebabkan keberanian, petualangan, garis perjuangan yang sangat revolusioner, sifat non kooperatif terhadap penguasa yang lalim.


Merry Riana, Mimpi Sejuta Dollar

Merry Riana, Mimpi Sejuta Dollar
Merry Riana lahir pada tanggal 29 Mei 1980 di Jakarta. Ia dilahirkan dalam keluarga yang bisa dibilang cukup sederhana. Ayahnya adalah seorang pebisnis dan ibunya tinggal dirumah sebagai ibu rumah tangga. Ia adalah anak pertama dari 3 orang saudara, dan ia adalah anak pertama. Menjadi seorang anak pertama tentunya berarti menjadi tumpuan dan harapan  orang tuanya. Dan hal tersebut disadari betul oleh nya.

Selepas masa pendidikan menengah atas, ia yang mempunyai cita cita sebagai seorang insinyur teknik berencana melanjutkan studinya ke Universitas Trisakti mengambil jurusan Teknik Elektro. Namun karena pada waktu itu keadaan ibu kota sedang tidak kondusif  karena munculnya sentimen anti etnis Tionghoa pasca kerusuhan tahun 1998, orang tua Merry khawatir jika anaknya harus melanjutkan studi di Jakarta. Dan jadilah ia dikirim ke Singapura untuk melanjutkan studi disana, untuk masuk ke Nanyang Technology university (NTU) Kenapa NTU yang dipilih? Karena NTU bekerja sama dengan DBS (Development Bank of Singapore). menyediakan fasilitas kredit bagi biaya pendidikan, Sehingga mahasiswa yang ingin kuliah disana tetapi budgetnya pas-pasan tidk perlu pusing memikirkan biaya awal. Utang dicicil saat mahasiswa lulus dan telah bekerja. dengan harapan ia bisa lebih fokus belajar dan relatif aman keadaannya.

Di Singapura, Merry memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Nanyang Technological University (NTU) mengambil jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE). Cita-cita besar ternyata memang harus ditempuh dengan jalan yang terjal, tidak semulus yang dibayangkan nyatanya ia mengalami beberapa masalah besar di sana. Ia yang tidak mempunyai persiapan yang cukup untuk studi di luar negeri ternyata gagal pada tes bahasa asingnya. Ditambah lagi dengan keadaan keuangan keluarga yang minim memaksanya untuk memutar otak mencari tambahan biaya hidupnya disana.

Ia sempat mencari pinjaman uang untuk hidup sehari-hari, tidak hanya itu beberapa pekerjaan sampingan pun seperti penyebar pamflet, penjaga kios hingga menjadi pelayan di hotel harus ia jalani untuk terus bertahan di sana. Ia yakin seberat apapun jalanya, ia pasti bisa melaluinya.  Keyakinan tersebut lah yang menjadi modal dan penguat niatnya.

Berangkatlah ke Singapura
Dengan bekal yang sangat minim, uang saku yang tak seberapa dari orang tua, pakaian sehari-hari, mie instan, teh, gula, kopi dan kebutuhan sehari-hari, berangkatlah Merry Riana dengan hati yang risau memikirkan hari-hari berikutnya di Singapura.

Hari Pertama di NTU
Selama kuliah di NTU Merry Riana akan bertinggal di asrama NTU. Merry membuat sarapannya yang pertama yaitu mie instan. Ia belum menyangka jika hari-hari selanjutnya sarapannya akan diisi oleh mie instan dan mie instan.

Hari itu ia dan sejumlah calon mahasiswa harus mengurus pinjaman di DBS sebagai biaya kuliah lalu dilanjutkan mengurus administrasi perkuliahan. Dari DBS (Development Bank of Singapore) ia menerima pinjaman sebesar 300 juta rupiah jika di kurskan di mata uang Indonesia. Uang sejumlah itu akan digunakan untuk pembayaran kuliah sampai lulus, biaya sewa asrama dan uang saku. Biaya sewa asrama dan uang saku diberikan setiap enam bulan sebesar 1500 dolar Singapura. Itu berarti 250 dolar per bulan dikurangi sewa asrama 180 dolar sisa 70 dolar. Biaya buku, fotokopi dan lain-lain mencapai 30 dolar sisa 40 dolar. Merry langsung lemas karena itu artinya ia harus hidup dengan uang 40 dolar sebulan atau 10 dolar seminggu, sedangkan harga nasi goreng polos saja harganya 2 dolar, dengan uang 10 dolar ia bisa membeli 5 kali nasi goreng, sedangkan ia harus makan 3 kali sehari 27 kali seminggu. Bertambah pusinglah lah ia. Ingin rasanya ia mengadukan hal ini ke orang tuanya, mengatakan jika ternyata uang pinjaman DBS dan uang saku dari papanya tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya.


Segeralah Merry menelepon orang tuanya dan. sebelum ia mengutarakan uneg-unegnya keduluan mamanya memberitahunya bahwa ia harus berhemat dengan uang yang ada karena papanya sudah tidak bekerja lagi di perusahaan dan bisnis yang selama ini dikelola sedang lesu dampak krisis moneter. Tak tegalah ia mengutarakan uneg-unegnya, ia membayangkan bagaimana nanti susahnya orang tuanya jika ditambahi beban keuangan dirinya sedangkan masih ada dua adiknya yang membutuhkan biaya lebih.

Kekuatan Sepuluh Dolar Seminggu
Dia tinggal dan kuliah di Singapura hanya bertahan dengan uang sepuluh dollar seminggu saja. Uang itu tentu saja dimanfaatkan seefisien mungkin untuk memenuhi kebutuhanya dengan membelikanya roti tawar besar lalu diiris-iris yang akan menjadi bekalnya ke kampus setiap siang. Setiap pagi ia sarapan dengan mie instan tapi terkadang ia tidak sarapan jika mie instan habis. Sering ia merasa kelaparan di kampus karena sebuah mie instan tidaklah cukup untuk menyokong energinya menghadapi aktivitas perkuliahan yang berat.

Untuk minum, ia memperolehnya ada dari keran air kampus yang layak minum tetapi sangat jarang sekali mahasiswa yang minum dari situ karena tentu saja gengsi. Merry mengambil air lalu di pindahkan airnya ke botol air mineral dan ia bawa pulang ke asrama. Merry Riana di NTU masuk pada jurusan Teknik Elektro, yang merupakan jurusan yang memiliki kualifikasi akdemis yang tidak ringan, belum lagi ia diharuskan ikut kelas bahasa inggris (karena bahasa inggrisnya jelek sekali) dan jika berkali-kali failed maka ia harus drop out dari perkuliahan.

Sungguh sangat berat sekali ia menghadapi hari-harinya di Singapura tetapi itu semua adalah proses yang harus ia jalani agar bisa menjadi orang besar seperti saat ini.

Pekerjaan Pertama
Satu tahun terlewati dengan hari-hari yang begitu berat. Ia mulai mencari-cari pekerjaan paruh waktu yang bisa dikerjakanya di waktu sela kuliah. Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi penyebar brosur biro jodoh. Pekerjaannya sangat mudah, ia hanya perlu membagikan brosur ke orang-orang yang lalu lalang di jalanan se banyak mungkin tanpa harus menjelaskan apa isi brosurnya. Akan tetapi pekerjaan ini sangatlah menusuk harga diri, bagaimana tidak sering orang menolak mentah-mentah dan membuang brosur yang ia bagikan bahkan ada juga yang sengaja berlari kecil menghindar darinya. Merry begitu terpukul, sehina itukah dirinya. Bukankah hanya menerima brosur dan meletakkannya di tas dan jika ingin membuangnya tidak dihadapan si penyebar brosur kan juga bisa.

Hari pertama bekerja selama lima jam ia mendapat bayaran 15 dolar. Ia sangat girang. Ia langsung membeli minuman yang enak dan membeli nasi lauk daging. Ia begitu bahagia menikmati hasil kerjanya yang pertama. Setiap hari selama libur semester ia habiskan untuk menyebar brosur. Tiap hari ia bisa menabung. Akan ada banyak keperluan di semester mendatang dan ia tidak perlu menunggu kiriman dari orang tua sepeserpun.

Pekerjaan membagikan brosur membuat Merry Riana bisa menabung sedikit demi sedikit setiap harinya. Setidaknya ia tidak hanya mengandalkan 10 dolar per minggu untuk biaya hidup.

Pekerjaan menyebar brosur tidak seterusnya ia lakoni. Ia juga mencari tahu pekerjaan lain yang lebih ringan dengan gaji yang lebih tinggi. Salah satunya menjadi pelayan di toko florist yang ada di sebuah gedung perkantoran, disini ia ditugaskan untuk mengatur bunga selain itu ia juga ditugaskan memberikan brosur di setiap kantor dan mencatat nomor telponnya. Ini tantangan baru karena sering resepsionis tidak mau memberi nomor telpon mereka dengan alasan kartu namanya habis, namun Merry tidak kehilangan akal, ia mengatakan kalau ia bisa mencatatnya di kertas. Akhirnya resepsionis memberikan nomor kontak mereka walau dengan wajah agak kesal.

Pernah juga ia menjadi pelayan pesta. Tiap sabtu dan minggu jadwal perkuliahan libur jadi ia gunakan itu untuk bekerja. Ia harus datang tiap akhir pekan yaitu sabtu atau minggu kadang juga keduanya mulai pukul enam petang sampai sebelas malam. Yang menyesakkan dada adalah pada pukul 11 malam mau pulang, pelayan harus berkumpul di ruang belakang menunggu supervisor datang untuk membagikan upah sebesar 25 dolar dan setelah itu ia harus berlari kencang mengejar jadwal kereta MRT yang terakhir jika tidak ia tidak bisa kembali ke asrama. Sering ia sampai asrama pukul 1 dini hari.

Bertemu Sang Pujaan Hati
Di kampusnya ia juga aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Disinilah ia menemukan seseorang dengan latar belakang yang mirip dengannya. Seorang mahasiswa yang harus meninggalkan Indonesia dan berkuliah ke luar negeri karena alasan yang kurang enak yaitu “kerusuhan Mei 1998”. Mahasiswa itu bernama Alva Tjenderasa. Merry Riana dan Alva Tjenderasa akhirnya berteman dan mereka sering ngobrol bareng. Alva sering membaca buku-buku motivasi dan pengembangan diri seperti Robert Kiyosaki dan Anthony Robbins. Mereka berdua sering membahas isi dari buku-buku itu dan memadukannya dengan realita yang sedang mereka hadapi.

Mulai Berbisnis
Merry Riana masih tetap menjalankan pekerjaan part time saat liburan semester dan akhir pekan. Hasil dari pekerjaannya ia tabung sedikit demi sedikit dan akhirnya terkumpullah beberapa ribu dolar. Merry pun mulai berfikir untuk memutar uangnya dengan berbisnis. Akhirnya ia mulai bisnis pertamanya dengan bergabung dalam MLM “Success Forever”, di bisnis ini ia diharuskan untuk menanamkan uangnya sebesar 200 dolar dan akan berkembang cepat jika ia juga mendapatkan 10 orang yang mau menanamkan uangnya bisnis ini sangat simple karena juga bisa dimonitor dari internet, Ia sebenarnya ragu tapi akhirnya ia ikuti juga.

Dan akhirnya ia benar-benar tertipu, uang 200 dolar yang ia kumpulkan dengan susah payah raib. Betapa kecewanya ia, uang itu ia kumpulkan dengan susah payah hilangi sekketika karena kebodohan dan kecerobohannya. Seketika itu ia bersumpah tidak akan percaya lagi dengan hal-hal yang bersifat instan.

Praktek Kerja Yang Membuka Pikiran
Untuk memenuhi syarat kelulusan, mahasiswa diwajibkan mengikuti praktek kerja di sebuah perusahaan sesuai bidang minatnya. Di perusahaan inilah Merry Riana terbuka pikirannya. Bekerja di perusahaan mapan mungkin memang aman bagi sebagian orang. Gaji pertama dengan gelar sarjana sekitar 2500 dolar dikurangi pajak 20% tinggal 2000 dolar. Biaya kos sekitar 1000 dolar. Tinggal 1000 dolar, tentu ia ingin menunjukkan hasilnya pada orang tuanya. Ia ingin mengirimi uang orang tuanya 500 dolar sisa 500 dolar belum lagi hutang pendidikan yang harus di cicil. Terus kapan ia bisa menyenangkan orang tuanya dengan mengajak berjalan-jalan ke luar negeri. Itu adalah impiannya sejak dulu. Membahagiakan orang tua adalah cita-cita tertingginya.

Akhirnya ia membuat resolusi ketika berulang tahunyang ke 20 “ Aku harus bebas finansial sebelum berusia 30 tahun”. Begitu resolusinya dan itu tidak dapat tercapai jika ia menjadi karyawan. Ia harus berbisnis walau pernah gagal ia harus tetap mencari jalan suksesnya.

Bisnis Kedua
Bisnis kedua Merry Riana adalah mencetak kaus yang dipakai dalam acara ekstrakurikuler dan mencetak skripsi. Kebetulan saat itu ia sudah masuk semester 7. Mulailah ia dan Alva hunting percetakan dengan harga yang “miring”. Di kampus ia juga gencar berpromosi tentang bisnis keduanya. Tetapi ternyata kenyataan tak seindah harapan. Sudah ada percetakan yang mempromosikan jasa ke NTU dengan harga jauh lebih murah dari harganya. Akhirnya Merry dan Alva mengubur harapannya berbisnis percetakan.

Bisnis ketiga Merry dan Alva adalah Tianshi. Kebetulan saat itu Tianshi lagi marak di Indonesia. Tianshi adalah suplemen makanan yang dipasarkan dengan cara MLM. Ada kabar bahwa Tianshi akan membuka pemasaran di Singapura. Merry berfikir jika ia menjadi yang pertama mempromosikan Tianshi maka ia berada di ujung teratas dari jaringan Tianshi Singapura. Wuih bayangin aja berapa bonus yang akan ia dapatkan jika itu benar-benar terwujud.

Segera Merry dan Alva memborong produk Tianshi dari temannya di Indonesia sebesar 2.250 dolar atau setara dengan 16 juta rupiah. Mereka berdua berfikir jika mereka memulai start terlebih dahulu yaitu memperkenalkan produk serta sistem Tianshi ke teman-temannya di Singapura sebelum dibukanya kantor Tianshi di Singapura maka mereka akan lebih cepat meraih untung. Dari presentasi yang ia lakukan bersama Alva, banyak teman-temannya yang tertarik untuk gabung. Ia jadi lebih bersemangat. Bayangan kesuksesan sudah ada di pelupuk mata.

Harapan tinggallah harapan, ternyata berita tentang Tianshi akan membuka cabang di Singapura hanyalah rumor belaka. Menurut orang Tianshi penduduk Singapura terlalu sedikit dan tidak sepadan dengan biaya perijinan serta operasionalnya. Beda dengan Indonesia yang berpenduduk 200 juta jiwa lebih. Mendengar kabar itu, lunglai langsung Merry Riana. Jika bisnis Success Forever ia kehilangan 200 dolar, maka Tianshi lebih parah lagi, mereka kehilangan 2000 dolar lebih. 

Bertemu Anthony Robbins
Merry dan Alva sering berdiskusi tentang orang-orang sukses di bidang bisnis dan motivasi. Anthony Robbins salah satu idola mereka. Suatu hari ada kabar bahwa Anthony Robbins akan mengadakan seminar besar-besaran di Singapura. Segeralah mereka membeli tiket seminar itu yang ternyata berharga 2500 dolar untuk dua orang. aja.

Seminar dimulai dengan sangat menakjubkan. Anthony Robbins adalah motivator yang sangat pandai menyentuh hati yang terdalam. Dia mengatakan “ Kita hidup dibelenggu oleh banyak alasan yang menumbuhkan perasaan takut. Pandanglah kedepan dengan fokus, melangkahlah dengan cepat dan berani. Jangan pernah takut membentuk cita-cita. Kita bisa! Kita sangat powerful! Tidak ada yang tidak mungkin jika kita memiliki tekad dan keberanian. Buatlah mimpi yang besar dan bergeraklah dari sekarang!” Begitu kata-kata yang meluncur dari Anthony Robbins.

Seketika itu seperti ada dorongan kuat terhadap diri Merry Riana. Fokus perhatiannya hanya wajah Anthony Robbins. Langsung Merry Riana berdiri dan berlari kencang menuju bibir panggung tempat Anthony Robbins membakar semangat. Tetapi secepat kilat para body guard menghentikan Merry Riana. “Sir tolonglah ini penting bagi hidup saya. Saya ingin membuktikan kata-kata Anthony Robbins barusan bahwa dengan fokus pada impian dan tekad bulat maka apapun itu pasti bisa tercapai. Saya ingin berfoto dengan Anthony Robbins.” Begitu teriaknya pada penjaga. Perlu diketahui bahwa Anthony Robbins sangat jarang sekali menerima seseorang berfoto dengannya.

Akhirnya setelah acara selesai, dibelakang panggung Merry berhasil berfoto dengannya. Bertambah kuat tekad Merry untuk sukses dalam hidup.

Kegagalan Berikutnya
Merry Riana adalah orang yang tidak mudah putus asa. Setelah menghadapi berbagai kegagalan ia tetap optimis untuk terus mencari jalan suksesnya. Memasuki semester terakhir awal tahun 2002 Merry dan Alva tidak lagi disibukkan dengan kegiatan perkuliahan. Pada suatu hari di kampus ada perlombaan Cashflow Game. Permainan ini diciptakan oleh Robert Kiyosaki. Permainan ini seperti monopoli hanya saja seperti benar-benar melakukan transaksi jual beli. Merry dan Alva sangat menikmati permainan itu dan mereka keluar menjadi pemenang.

Terinspirasi oleh permainan Cashflow. Mereka memutuskan untuk mempraktekkannya dengan berjual beli saham. Mereka segera menghubungi pihak terkait dan menanamkan uang 2000 dolar hasil patungan dengan Alva. Mereka melakukan opsi jual dan beli. Pada hari pertama mereka untung tetapi pada hari berikutnya mereka rugi..rugi dan terus rugi. Akhirnya mereka malah menanggung kerugian sebesar 10.000 dolar atau 70 juta rupiah hasil pinjaman dari bank.

Sekuat-kuatnya mereka optimis tetap saja hal itu membuat mereka down. Segala bisnis yang mereka coba selalu gagal mulai dari success forever yang tertipu, bisnis penjilidan dan percetakan, Tianshi bahkan sampai saham semua menanggung kerugian yang tidak sedikit bahkan hampir menguras habis tabungan mereka.

Lulus Kuliah
Pada bulan Juli 2002 Merry Riana lulus dari Nanyang Technological University (NTU) dengan predikat Second Upper Honours dengan nilai-nilai yang gemilang. Walaupun sehari-harinya Merry sibuk dengan berbagai pekerjaan dan bisnis, Merry tetap bertanggung jawab dengan studinya. Hal ini membuat orang tuanya semakin bangga.

Saat itu mamanya bertanya “ Lalu apa rencanamu Ria? (panggilan Merry Riana dalam keluarga)”. ” Ria akan berbisnis, Ma.” Jawabnya “Bisnis apa nak?” mamanya bertanya lagi. “Sales... tapi belum tahu apa.” Jawab Merry Riana. “Apa?? Sales?? Kamu sekolah jauh-jauh dan lulus dengan nilai yang baik ujung-ujungnya jadi sales? Mau jadi apa kamu kelak nak.” Mamanya mulai menangis. Demi menenangkan mamanya, akhirnya Merry mencari jalan tengah bahwa ia menjadi sales selama 3 bulan, jika menunjukkan tanda sukses dia akan meneruskan. Tetapi jika gagal dia akan melamar pekerjaan sesuai kehendak mamanya.

Menjadi Sales
Merry Riana yang sadar bahwa pilihan kerjanya akan oleh ditertawakan teman-temannya tetap melanjutakn pilihan kerjanya, dengan bekerja sebagai agen penjual asuransi Prudential. Pada hari-hari pertama kerjanya ia harus menghubungi 100 orang setiap harinya untuk menawarkan produknya. Namun seelah dievaluasi cara ini kuarng efektif . Akhirnya Merry memutuskan cara lain dengan street prospecting (berjuang dijalan) bersama rekan setimnya  Alva Tjenderasa, mengingat budaya Singapura yang sering berjalan kaki menuju tempat kerja entah itu bos atau pegawai biasa maka prospek di jalan dianggap pilihan yang bagus

Merry mulai menemui setiap orang dan menjelaskan produk keuangannya. Dari 10 orang yang ditawari hanya 1 yang mau dijelaskan lebih lanjut. Alva bagian mencatat data orang tersebut. Setelah dilakukan berulang ulang akhirnya terbentuklah rumus dari 20 orang yang di tawari 2 bersedia mendengarkan lebih lanjut dan 1 bersedia invest atau gabung asuransi atau kartu kredit.

Setiap hari Merry dan Alva melakukan 20 presentasi, mengejar-ngejar orang agar mau mendengarkan presentasi mereka. Sering diacuhkan orang, ditolak mentah-mentah. Dan yang paling membuat down adalah saat bertemu dengan teman sesama alumni NTU yang selalu mencibirnya dengam pilihan pekerjanya. Menghadapi penolakan yang sering menyakitkan hati dan mempertaruhkan harga diri. Tapi banyak juga yang memberi respons positif dan akhirnya deal.

Bulan pertama ia mendapat bonus 500 dolar, bulan kedua tidak jauh beda. Bulan ketiga ia dan Alva tancap gas. Merry semakin agresif melakukan presentasi karena ini adalah pembuktian janjinya kepada orang tuanya. Dan jika ingin mendapat penghasilan tetap setiap bulannya maka mereka harus mencapai level manajer selama 3 tahun berturut-turut yaitu setiap tahun harus mengumpulkan nasabah dengan jumlah total investasi minimal 100 ribu dolar, padahal kebanyakan orang hanya mau berinvestasi sekitar 100 dolar per orang jadi Merry harus mencari nasabah tiap tahunnya 1000 orang .

Menjadi Manajer
Bulan Desember 2002 adalah bulan penentuan, selain itu adalah bulan ketiga dari janjinya ke mamanya, bulan itu juga bulan terakhir seorang sales produk keuangan mencapai targetnya karena dibulan itu jika total seluruh investasi kliennya mencapai 100 ribu dolar maka di tahun 2004 jabatannya meningkat menjadi manajer. Itu artinya ia sudah bisa mendapatkan penghasilan tetap tiap bulannya, dan juga bisa merekrut anak buah .

Di bulan Desember itu total investasi nasabah yang diperoleh Merry adalah 75 ribu dolar dan waktu yang tersisa hanya 2 minggu. Merry pasrah tapi tetap melakukan disiplinnya 20 presentasi per hari dan minimal 1 deal per hari. Karena kegigihanya munculah keajaiban, seorang nenek 60 tahun yang tertarik untuk berinvestasi, Merry mengira mungkin sang nenek akan berinvestasi 100 dolar. Tetapi betapa terkejutnya Merry saat sang nenek menyodorkan dana sebesar 100 ribu dolar. Seketika itu bahagia sekali hati Merry, karena targetnya pada tahun 2002 terpenuhi. Hampir bisa dipastikan Merry akan mencapai level manajer di tahun 2004. Rekan sesama sales banyak yang terkejut dengan pencapaian ini. Seorang sales baru, masih muda pula, berhasil mencapai target yang mencengangkan.

Melunasi Hutang Pendidikan
Suatu siang di bulan April 2003, Merry mengecek saldo tabungannya ada 40 ribu dolar, ia teringat akan hutang pendidikannya sebesar 40 ribu dolar. Segera ia menuju DBS bank yang memberinya pinjaman dana pendidikan dan melunasinya saat itu. Sebetulnya pemerintah Singapura memberi kelonggaran untuk mencicil melalui pemotongan gaji setiap bulan, tapi menurut Merry segera terbebas dari hutang akan lebih baik dan lebih lega. Jadi belum genap 1 tahun usia kelulusan Merry, ia sudah bisa melunasi hutangnya dari hasil kerja kerasnya sendiri tanpa dibantu orang tua.

Menjadi President Star Club
Seorang sales produk keuangan, jika bisa meraih pencapaian yang mencengangkan akan dinobatkan menjadi President Star Club yaitu sebuah penghargaan prestisius dan diakui dunia. Tahun 2004 adalah tahun yang dinamis bagi Merry Riana. Selain mencapai level manajer, ia juga dinobatkan menjadi President Star Club. Selain mendapat gelar pencapai target terbaik untuk kategori sales baru dan kategori seluruh jajaran sales senior, Merry juga menjadi seorang sales dengan jumlah nasabah terbanyak. Ini membuktikan bahwa total investasi itu diraih Merry dengan mengumpulkan banyak nasabah bukan karena ia kenal dengan orang-orang kaya yang berinvestasi langsung banyak tapi karena kerja kerasnya.

Meraih 1 Juta Dolar Pertama

Etos kerja keras dan fokus yang dimiliki Merry Riana akhirnya membawanya pada penghasilan besar yang dimiliknya. Akhirnya Pada tahun 2006, penghasilan Merry Riana telah menembus 1 juta dolar atau 10 miliar rupiah. Fantastis dan Merry pun dinobatkan menjadi profesional termuda dengan penghasilan besar di Singapura.