Showing posts with label Inspirator. Show all posts
Showing posts with label Inspirator. Show all posts

Tuesday, January 5, 2016

Nadiem Makarim, Pendiri Go-Jek

Siapa yang tidak tahu Go-Jek aplikasi layanan jasa ojek online ini sekarang telah menjadi bisnis yang sangat menggiurkan dengan suntikan dana-dana besar perusahaan “Venture” membuat aplikasi ini melakukan promo besar-besaran serta meluaskan ekspansi bisnisnya tidak semata jasa layanan ojek saja tapi kini mulai merambah jasa antar makanan dan barang serta belanjaan

Orang dibalik layar kesuksesan Go-Jek sekaligus pendirinya adalah Nadiem Makarim . Dengan bendera Go-Jek Nadiem Makarim makin dikenal luas oleh publik Indonesia, dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi mobile, GO-JEK berhasil merevolusi industri transportasi Ojek.

Profil Nadiem Makarim
Nadiem Makarim lahir pada 4 Juli 1984 ini dari pasangan ayah bernama Nono Anwar Makarim yang berasal dari Pekalongan yang berprofesi sebagai pengacara dan ibu bernama Atika Algadrie dari Pasuruan yang bekerja di bidang non-profit. Nadiem Makarim memiliki dua saudara perempuan. Istri Nadiem Makarim bernama Franka Franklin, mereka menikah pada tahun 2014 yang lalu.

Pria ini mengawali sekolahnya dengan masuk di sebuah SD di Jakarta, kemudian ia lulus SMA di Singapura, dari Singapura ia kemudian melanjutkan pendidikannya di jurusan International Relations di Brown University, Amerika Serikat. dan selama setahun ia mengikuti program foreign exchange di London School of Economics. Ia juga melanjutkan studinya di Harvard Business School, Harvard University dan lulus dengan menyandang gelar MBA (Master Business Of Administration). Nadiem Makarim diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan Mckinsey & Company sebuah konsultan ternama di Jakarta dan menghabiskan masa selama tiga tahun bekerja disana. Diketahui pula ia pernah bekerja sebagai Co-founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia kemudian menjadi Chief Innovation officer kartuku. Berbekal banyak pengalaman selama bekerja, Nadiem Makarim kemudian memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaan GO-JEK pada tahun 2011.

 ...Saya tidak betah kerja di perusahaan orang lain. Saya ingin mengontrol takdir saya sendiri - Nadiem Makarim.

Alasan sederhana itulah yang membuat Nadiem Makarim mencoba merintis perusahaan sendiri yang kemudian dikenal dengan nama GO-JEK berbekal pengalaman kerja serta memiliki jiwa enterpreneurship. Ide bisnis transportasi GO-JEK sendiri berasal dari pemikiran Nadiem ketika ia berdiskusi dengan tukang ojek langganannya. Nadiem Makarim yang jarang menggunakan mobil karena mobilitasnya yang tinggi, ia lebih sering menggunakan jasa ojek. Dari perbicangannya dengan para tukang ojek, ia menemukan kenyataan bahwa hampir sebagian besar tukang ojek menghabiskan waktunya hanya menunggu pelanggan saja dan susah untuk mencari pelanggan, di sisi lain kemacetan Jakarta makin memburuk maka di butuhkan sebuah layanan transportasi yang cepat serta pengiriman yang cepat untuk membantu warga jakarta. 

Nadiem Makarim dan Perusahaan Ojek Modern Berteknologi
Kemudian pada tahun 2011, GO-JEK sebagai perusahaan resmi didirikan oleh Nadiem Makarim yang kemudian menjabat sebagai CEO GO-JEK. Layanan Go-jek menawarkan kemudahan serta kecepatan dengan bekerja sama dengan para Tukang Ojek di bawah nauangan perusahaan GO-JEK. Layanan Go-jek Nadiem Makarim menawarkan jasa pengantaran barang dan makanan, transportasi, serta jasa belanja. GO-JEK semakin berkembang setelah pada tahun 2014 mendapat suntikan dana dari perusahaan investasi asal singapura yaitu Northstar Group, kemudian perusahaan ojek milik Nadiem Makarim tersebut juga mendapat suntikan dana pada tahun yang sama dari dua perusahaan yakni Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd.

Kemudian nama GO-JEK makin semakin terkenal pada tahun 2015 ketika merilis aplikasi mobilenya sehingga makin banyak menarik minat pelanggan baru yang menggunakan jasanya. Nadiem Makarim sendiri benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemudahan pelanggan menggunakan jasa GO-JEK nya. Para pelanggan GO-JEK dapat menggunakan aplikasi melalui smartphone mereka untuk memesan layanan GO-JEK, selain itu Tarif dari GO-JEK didasarkan pada jarak tempuh dan pembayarannya dapat menggunakan credit (my wallet). Awalnya Nadiem Makarim pada awal mendirikan perusahaan GO-JEK, ia hanya membawahi 20 orang tukang ojek, namun sekarang ia sudah memiliki 10 ribu orang tukang Ojek yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dibawah naungan perusahaannya. Segala inovasi ia lakukan sehingga bisnisnya kemudian banyak diliput oleh media sebagai perusahaan yang merevolusi transportasi ojek.


Sunday, December 27, 2015

Agus Raharjo, Ketua KPK Yang Baru ( 2016 - 2020 )

Pada akhir Pekan ini (19/12/2008) Nama Agus Raharjo ramai dibicarakan oleh publik saat ini takkala dirinya resmi terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 17 Desember 2015 lalu. Agus Raharjo berhasil terpilih sebagai ketua KPK setelah komisi III DPR RI menggelar pemungutan suara untuk menentukan Ketua KPK selanjutnya menggantikan Abraham Samad yang sebelumnya menjabat sebagai ketua KPK. Agus Raharjo terpilih setelah mengumpulkan 44 suara mengungguli saingannya Irjen Pol Basariah Panjaitan yang mengumpulkan suara sebanyak 10 dari total suara sebanyak 54.

Beliau lahir di Magetan pada tahun 1956. sejak kecil Agus Raharjo tinggal di Magetan, Jawa Timur. Ia memulai sekolahnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kapolorejo di Magetan, tamat dari sana ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMP dan SMA di Magetan, Jawa Timur. Tamat SMA, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi di ITS Surabaya jurusan Teknik Sipil. Setelah memperoleh gelar S1 nya dari ITS, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di luar negeri dengan belajar di Cambridge, Amerika Serikat tepatnya di Arthur D. Little Management Education Institute. Ia kemudian tinggal dan bekerja di Amerika Serikat selama lima tahun. antara tahun 1995 hingga 1997 ia aktif sebaga pembicara di lembaga Internasional di Paris, Perancis.

Setelah kembali ke Indonesia, ia kemudian menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan menetap di Jakarta. Ia menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Publik (PPKPBJ) di Kantor Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada tahun 2006. Kemudian pada tahun 2008, Agus Raharjo menjadi sekertaris Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang merupakan lembaga non-kementrian. Dan kemudian dua tahun setelahnya, agus Raharjo menggantikan Roestam Syarief sebagai kepala LKPP. Selain itu Agus Raharjo juga pernah menjabat sebagai direktur pendidikan Bappenas.

Agus Raharjo Terpilih Menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Agus Raharjo mulai bergabung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika ia bersama Ketua KPK saat itu yaitu Busyiro Muqodas mendeklarasikan kegiatan Anti Korupsi. Kemudian ketika Panitia Seleksi (Pansel) membuka pendaftaran seleksi pimpinan KPK, Agus Raharjo kemudian ikut mendaftarkan diri. Dari 500 pendaftar, ia masuk dalam delapan besar calon pimpinan KPK. Kemudian Panitia seleksi melakukan seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan oleh komisi III DPR RI bersama dengan badan pemerintah lainnya seperti PPATK, Polri, BIN, dan kejaksaan Agung sehingga pada tanggal 17 Desember 2015, Agus Raharjo terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru dengan masa jabatan dari 2015 hingga 2019. Ia terpilih sebagai ketua KPK setelah mengalahkan saingannya Basariah Panjaitan dalam pemungutan suara untuk menentukan Ketua KPK. Saat uji kelayakan dan kepatutan, ia diketahui memiliki tabungan sejumlah 20 juta rupiah dan dan sebidang tanah di Jonggol, citra raya dan Bumi Serpong Damai di Tangerang. 


Saturday, December 26, 2015

Ridwan Kamil, Walikota Bandung dan Tokoh Perubahan Indonesia

Sosok walikota satu ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Bandung sebagai pemimpin yang membawa perubahan bagi kota Bandung. Berikut Biografi dan Profil dari Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil yang menjabat sebagai walikota Bandung. Ridwan Kamil Lahir di Bandung pada tanggal 4 Oktober 1971, Emil nama sapaan akrabnya, ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Emil atau Ridwan Kamil sebenarnya menyukai berimajinasi sejak masa kecil. Ia suka membaca komik dan melihat foto dari berbagai kota di luar negeri. Sejak kecil Ridwan Kamil memiliki semangat kewirausahaan. Ia bersekolah di SDN Banjarsari III Bandung tahun 197 hingga 1984, Ketika sekolah dasar ia telah menjual es mambo buatannya sendiri. Selama bersekolah, ridwan Kamil dikenal sebagai sosok yang aktif dan cerdas. Selain aktif di OSIS, Paskibra dan klub sepak bola, Emil selalu masuk dalam rangking lima besar di kelasnya.

Setelah tamat sekolah dasar ia kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 2 Bandung kemudian di SMA Negeri 3 Bandung pada tahun 1987 hingga 1990. Setelah tamat SMA, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil jurusan Teknik Arsitektur dari tahun 1990 hingga 1995. Ridwan kamil juga aktif dalam kelompok-kelompok mahasiswa dan unit kegiatan seni. Semangat kewirausahaannya di kampus lagi, untuk mencari dana tambahan untuk kuliah, ia membuat ilustrasi cat air atau maket untuk dosen.

Lulus dari ITB, ia memilih untuk bekerja di Amerika Serikat. Tapi hanya bertahan empat bulan bekerja ia berhenti karena dampak krisis moneter Indonesia yang membuat klien tidak membayar pekerjaannya. Ia tidak langsung pulang ke Indonesia, dia bertahan di Amerika sebelum akhirnya mendapat Beasiswa di University of California, Berkeley. Selagi mengambil S2 di Univesitas tersebut Ridwan Kamil bekerja paruh waktu di Departemen Perancanaan Kota Berkeley. Untuk bertahan hidup di Amerika, ia makan sekali sehari dengan menu murah seharga 99 sen. Perjuangan Ridwan Kamil untuk bertahan hidup di Amerika terus diuji ketika istrinya, Atalia Praratya akan melahirkan anak pertama mereka. Ayah yang kini memiliki dua orang anak ini tidak memiliki uang untuk biaya persalinan istrinya, sehingga akhirnya dia harus mengaku miskin pada pemerintah kota setempat untuk mendapatkan Pengobatan gratis. Akhirnya, ia menemani istrinya melahirkan di sebuah rumah sakit khusus untuk orang miskin, tepatnya di bangsal rumah sakit. Baginya pengalaman jatuh bangun hidupnya membentuk nilai-nilai tersendiri akan kerasnya perjuangan hidup. 

Pada tahun 2002 Ridwan Kamil pulang ke tanah kelahirannya Indonesia dan dua tahun kemudian mendirikan Urbane, firma yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain. Kini Ridwan Kamil aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung, serta Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura).

Urbane merupakan firma yang dibangun oleh Ridwan Kamil pada tahun 2004 bersama teman-temannya seperti Achmad D. Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan W. Darwis. Reputasi Internasional sudah mereka bangun dengan mengerjakan projek-projek di luar Indonesia seperti Syria Al-Noor Ecopolis di negara Syria dan Suzhou Financial District di China. Tim Urbane sendiri terdiri dari para profesional muda yang kreatif dan berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan. Urbane juga memiliki projek berbasis komunitas dalam Urbane Projek Komunitas dimana visi dan misinya adalah membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan untuk memberikan donasi dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah sekitarnya.

Urbane telah banyak dianugrahi penghargaan-penghargaan dari media internasional seperti BCI Asia Awards tiga tahun berturut-turut pada tahun 2008, 2009 dan 2010 dan juga BCI Green Award pada tahun 2009 atas projek desain Rumah Botol (dari botol bekas). Urbane juga sering mengikuti kompetisi di bidang desian arsitektur tingkat nasional seperti Juara 1 kompetisi desain Museum Tsunami di Nangro Aceh Darrussalam tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain kampus 1 Universitas Tarumanegara tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia tahun 2009, juara 1 kompetisi desain Sanggar Nagari di Kota Baru Parahyangan di Kabupaten Bandung Barat dan juara 1 kompetisi desain Pusat Seni dan Sekolah Seni di Universitas Indonesia tahun 2009.

Biodata Ridwan Kamil
Nama Lengkap : Mochamad Ridwan Kamil, ST. MUD.
Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 4 Oktober 1971
Zodiac : Balance
Kebangsaan : Indonesia
Istri : Atalia Praratya Kamil
Anak : Camillia Laetitia Azzahra
            Emmiril Khan Mumtadz
Profesi : Arsitek, Dosen di ITB, dan Walikota Bandung (Sekarang)
Agama : Islam
Situs web : www.ridwankamil.net
Akun Twitter : @ridwankamil

Riwayat Pendidikan
SDN Banjarsari III Bandung 1978-1984
SMP Negeri 2 Bandung 1984-1987
SMA Negeri 3 Bandung 1987-1990
Sarjana S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung 1990-1995
Master of Urban Design University of California, Berkeley 1999-2001



Thursday, December 17, 2015

Fidel Castro, Pemimpin Sosialis Kuba

Jika kita membicarakan Kuba, maka kurang lengkap kita tak membicarakan Sang Pemimpin Kuba Fidel Castro, meski sejak 2008 dia telah menyerahkan tampuk kekuasaanya pada adiknya Raul Castro namun ketokohanya dan cerita kepahlawananya bagi rakyat Kuba tak akan pernah mudah hilang

Kemunculan serta kemenanganya menghadapi Diktator Batista seperti sebuah dogeng antara David melawan Goliath. Kepiawaianya mengambil hati rakyat dan kerja kerasnya lah yang membuatnya yang semula hanya memimpin sekelompok pasukan berjumlah puluhan bisa menakhhlukan Kuba dan membuat rezim Sosialis di Kuba.

Fidel Castro atau bernama lengkap Fidel Alejandro Castro Ruz, Fidel Castro lahir di Mayari di Provinsi Oriente, Kuba pada 13 Agustus 1926. Dia bersekolah di Santiago de Cuba dan Havana serta pernah bersekolah di Celagio de Belen, sebuah asrama jesuit. Pada tahun 1945, Castro mendaftar di Universitas Havana untuk belajar hukum. Pada masa kanak-kanak, Fidel Castro telah menunjukkan minat pengetahuan dan ilmu tentang sejarah dan militer Kuba. Ini dibuktikan ketika saat masa Fidel Castro menjadi seorang mahasiswa, ia sudah terlibat dengan kelompok – kelompok revolusioner. Setelah menyelesaikan masa kuliah, ia mengabdikan diri ke masyarakat dengan memberikan pelayanan ke orang miskin yang membutuhkan.

Tahun 1947, Fidel Castro ikut ambil bagian dalam gerakan penggulingan kediktaktoran Republik Dominika yang dikuasai oleh Rafael Trujillo, kemudian ia lari ke New York setelah mendengar adanya kabar akan adanya ancaman akan pembunuhan oleh lawan politiknya terhadap dirinya. Tahun 1950, Fidel Castro mendapatkan gelar doktor hukum. Pada tahun 1952, Setelah mendapatkan gelar tersebut Fidel Castro ikut menjadi bagian dan menjadi pemimpin gerakan anti pemerintahan atas kudeta yang dilakukan oleh Fulgeinco Batista. Tahun 1953, Fidel Castro memimpin serangan ke camp barak militer Mencada Santiago de Cuba, tetapi serangan yang dilakukan oleh seorang Fidel Castro ini dikatakan gagal. Oleh karena serangan itu menimbulkan korban 69 orang dari 111 orang yang ikut menyerang. Fidel Castro sendiri mendapat hukuman penjara selama 15 tahun.

Tanggal 15 Mei 1955, tanggal dan tahun ini adalah hari pembebasan dan hari pengampunan untuk pemimpin penyerang camp barak militer yaitu seorang Fidel Alejandro Castro Ruz atau yang dikenal Fidel Castro. Setelah ia dibebaskan dan diampuni, Fidel Castro langsung melakukan upaya penggulingan pemimpin diktaktor saat itu yaitu diktaktor Batista. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1955. Gerakan ini dikenal dengan nama gerakan 26 Juli. Pada 7 Juli 1955, Fidel Castro melarikan diri ke ke negara tetangga yaitu negara Meksiko. Fidel Castro yang melarikan diri ke daerah Meksiko ini bertemu dengan tokoh pejuang revolusioner Che Guevera .

Che Guvera sendiri berasal dari negara Amerika Latin yang kita ketahui negara Argentina. Pada saat pertemuan yang pertama ini, Che Guevera kagum akan rasa revolusi yang ada pada diri Fidel Castro dan adik Fidel Castro yaitu Raul Castro. Ia kembali ke daerah aslinya Kuba pada tanggal 2 Desember 1956 dan melakukan perang dengan taktik bergerilya di Pegunungan Sierra Maestra. Pada peristiwa ini, Fidel Castro dan pasukannya berhasil mendapatkan kemenangan. Keberhasilan perjuang ini tidak lepas dari dukungan masyarakat sekitar, rakyat mendukung perlawanan ini karena mereka tidak puas dengan kepemimpinan kediktaktoran dari diktaktor Batista. Dukungan yang diberikan masyarakat Kuba bukan hanya dengan perkataan saja tetapi mereka ikut bergabung dengan pasukan Fidel Castro, sehingga pasukan pemberontak ini memperoleh kemenangan dengan pasukan yang besar. Akhir tahun 1957, Castro bersaudara menemukan markas tetap di La Plata, wartawan dari berbagai negara termasuk wartawan Amerika Serikat mengunjungi para pemberontak dan menawarkan dukungan buat mereka.

Pada tanggal 8 Januari 1959, Fidel Castro berhasil mencapai Kuba dan menyempurnakan Revolusi Kuba yang diproklamirkan oleh Fidel Castro sendiri dan pasukannya. Pengaruh Fidel Castro tidak hanya dalam perjuangan yang hanya ada di dalam negerinya, tetapi perjuangan Fidel Castro juga ada di luar negeri, Fidel Castro melihat bahwa di dunia hanya ada Amerika Serikat dan Uni Soviet. Fidel Castro mulai menggalakkan kekuatan untuk mematahkan dominasi dari Amerika Serikat dan Uni Soviet. Setelah peristiwa Proklamasi Revolusi yang dilakukan Fidel Castro, ia langsung mendapat jabatan sebagai Presiden Dewan Negara dan Dewan Menteri. Fidel Castro sendiri menjalin hubungan diplomatik yang sangat baik dengan negara Uni Soviet karena pada waktu itu dominasi dunia ada diantara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Maka dari itu, ia menjalin hubungan dengan kedua negara tersebut. Tetapi negara Amerika Serikat menolak kerjasama yang diajukan oleh Fidel Castro. Ia kemudian mencanangkan program nasionalisasi sumber daya Kuba, membentuk Negara Sosialis Satu Partai dan memenjarakan orang- orang yang dianggapnya sebagai musuh dan menghalang –halangi cita- cita sosialisme Kuba Program Nasionalisasi dan sosialisme yang dijalankan oleh Fidel Castro ternya mendapatkan tentangan keras dari negara Amerika Serikat karena banyak perusahaan asal Amerika Serikat yang dinasionalisasi tanpa persetujuan antara kedua belah pihak, yaitu antara Kuba dan Amerika Serikat. Pada bulan April Tahun 1961, Amerika Serikat mendukung gerakan kudeta untuk menggulingkan Fidel Castro, yang dikenal dengan sebutan “Invasi Teluk Babi “. Tetapi walaupun sokongan telah diberikan ternyata hasil yang diharapkan tidak sesuai yang diharapkan, karena gerakan tersebut dapat ditumpas oleh Kuba. Fidel Castro akhirnya mengetahui siapa dalang yang menjadi penggagas gerakan tersebut. Oleh karena itu, setelah gerakan yang dibuat Amerika Serikat gagal, itu menjadi batu lompatan sang revolusioner untuk tumbuh menjadi Marxisme.

Kedudukan Fidel Castro makin terbuka buat bersekutu dengan negara Uni Soviet. Tahun 1962 dengan mengatasnamakan kerjasama dengan Kuba, Uni Soviet menempatkan hulu ledak nuklir yang diarahkan ke negara Amerika Serikat, dengan pangkalanya di Kuba yang membuat hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba yang dibantu Uni Soviet makin tegang dan memanas dan sewaku-waktu bisa meletus Perang besar antara tiga negara tersebut. Akhirnya untuk meredakan ketegangan melalui perundingan yang alot untuk mendapatkan kata sepakat, Presiden Amerika Serikat saat itu John F. Kennedy bertemu dengan Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev. Karena peristiwa inilah membuat Amerika Serikat membenci Kuba, kebencian ini karena dendam terhadap Kuba dan Pemimpin Kuba yaitu Fidel Castro. Dibawah pemerintahan Sang Revolusioner Fidel Castro, Kuba dikatakan perkembangannya sangat maju dibanding kawasan negara daerah Amerika Tengah. Kalau boleh dikatakan bahwa pemerintahan Kuba pada saat itu stabil.

Patria O Muerte! Tanah Air atau Mati! Pekik itu yang kerap dikumandangkan oleh Fidel Castro dalam setiap pidatonya yang panjang dan menggelora. Hidupnya seperti hendak ia berikan seluruhnya untuk tanah air yang begitu ia banggakan:Kuba. Jika ada pemimpin sebuah Negara yang berkali – kali mengalami percobaan pembunuhan dan lebih dari empat dekade menjadi musuh bagi negara lain, tentunya pemimpin itu adalah pemimpin yang menarik. Awal kiprah Fidel Castro di dunia politik bermula dari perlawanannya kepada rezim diktator Fulgencio Batista. Ia dan beberapa orang kawan seperjuangannya bergerilya dari pegunungan Sierra Maestra dan mendapatkan simpati dari rakyat Kuba. Itu bukan perjuangan yang mulus – mulus saja, membutuhkan beberapa tahun bagi Fidel Castro sampai ia benar- benar berhasil menggulingkan Fulgencio Batista. Selama memerintah, Fidel Castro dikenal sebagai pemimpin yang diktator. ia dikenal sebagai figur pemimpin yang tegas, keras, bahkan angkuh. Jules Archer mendefinisikan diktator sebagai seorang penguasa yang mencari dan mendapatkan kekuasaan mutlak pemerintahan tanpa (biasanya) memperhatikan keinginan – keinginan nyata rakyatnya. Kekuasaan mutlak itu dapat diperolehnya baik dengan jalan sah (misalnya lewat pemilihan umum) ataupun tidak sah (misalnya kudeta). Dalam hal ini Fidel Castro mendapatkan tampuk kekuasaannya melalui jalan yang tidak sah yaitu seperti yang disebutkan di atas bahwa ia "mengkudeta" pemimpin Kuba sebelumnya yaitu Fulgencio Batista. Popularitas adalah hal penting bagi seorang diktator. Menjadi sangat wajar bagi seorang diktator untuk meneriakkan perang pada negara lain atau mempengaruhi rakyat agar menentang kekuasaan dunia. Hal ini terlihat jelas sesaat setelah merebut kekuasaan, Castro mulai mendirikan sistem intelijen dan keamanan yang amat ketat. Sebagai menteri pertahanan, adik Castro mendirikan kembali pengadilan militer, organisasi keamanan seksi pertama disebut Keamanan Negara (DGCI), dijuluki Gestapo merah. Tugasnya adalah meresap dan menghancurkan kelompok anti Castro, membasmi dengan kejam gerakan gerilya Escambrat, mengendalikan kamp kerja paksa dan penjara, juga ada bagian khusus mengawasi seluruh pejabat pemerintah. Seksi ketiga bertanggung jawab atas pengawasan terhadap semua anasir kebudayaan, olahraga, kesenian, pengarang dan  bioskop. Seksi keenam bertanggung jawab atas penyadapan telepon, seluruh personelnya mencapai 1.000 orang, memiliki kekuasaan istimewa yang amat besar. Seksi ketiga DSMI departemen dalam negeri untuk mengawasi agama dan merembes kedalam organisasi keagamaan .

Pertumbuhan ekonomi pada masa kepemimpinan Fidel Castro, pertumbuhan ekonomi sekitar 5-7%. Pertumbuhan ini di tengah kondisi negara benua Amerika yang tengah terseok-seok. Pendidikan pada masa Kuba, dimana setiap akan dimulai sebuah pelajaran baik di tingkat dasar, tengah, dan atas. Para murid selalu menyanyikan Hymne yang berhubungan dengan Revolusi Kuba itu sendiri maupun tokoh latin Che Guevera, yaitu 'Pionores Pol El Communismo. Seremos Como El Che'. Bagi masyarakat Kuba, terutama bagi kaum muda dan anak-anak, Hymne itu menjadi sebuah pedoman atau sebuah kata-kata penyemangat untuk menjadi manusia yang dikatakan sehebat Che Guevera dan Bapak Revolusi Kuba, Fidel Castro.

Di dalam bidang pendidikan Kuba, tahun 2000 Kuba membuka program'University Of All'. Dimana setiap kalangan baik perempuan maupun laki-laki Rakyat Kuba berhak mempeoleh pendidkan sampai ke perguruan tinggi. Hal ini karena Kuba ingin menjadi 'Nations Becomes A University'. Salah satu keunikan dari yang dikemukakan oleh pendidikan Pemerintah Kuba, dimana mereka rakyat Kuba diberikan tayangan televisi pendidikan yang didalamnya diberikan oleh para Profesor. Pemerintah memberikan waktu tayang sebanyak 394 jam siar untuk program pendidikan setiap minggunya, itu memungkinkan sekitar 63% dari total waktu siaran televisi.

Fidel castro pernah menyampaikan pidato dimana disetiap menyebut nama Amerika Serikat, ia selalu memukulkan mikrofon setiap menyebut "The United States . . . Plak". Castro sangat menjunjung yang namanya ideologi dan prinsip, dalam hal ini ia tidak peduli dengan namanya Hak Asasi Manusia, hal ini dibuktikan dengan penolakan terhadap Organisasi Amnesty Internasional. Tetapi kini, Fidel Castro yang dituduh sebagai Diktaktor oleh Pemerintah Amerika Serikat telah meletakkan jabatannya sebagai Pemimpin Kuba .


Pada 24 Februari 2008, Fidel Castro menyerahkan tampuk kekuasaan kepada adiknya Raul Castro. Walaupun terjadi pergantian kekuasaan di Kuba, tetapi Fidel Castro tetaplah Fidel Castro. Sebagaimana yang disampaikan Raul Castro saat dilantik. Fidel Castro adalah Diktaktor bagi Amerika Serikat, Fidel Castro adalah Pemimpin Rakyat Kuba, dan Fidel Castro adalah Revolusioner bagi negaranya, Kuba .


Wednesday, December 2, 2015

Che Guevara, Sang Pejuang Revolusioner

Mungkin ini salah satu sosok paling dikenal di seantero jagat. Kalau tidak namanya, setidaknya mukanya. Kendati bisa jadi tak banyak yang betul-betul tahu siapa dia. Che Guevara. Gambarnya gampang sekali ditemukan di manapun juga. Bahkan sampai ke pelosok antah berantah.

Yang paling dikenal dunia tentu sosok yang mengenakan baret berhiaskan bintang dengan pandangan tajam jauh ke depan. Foto karya Alberto Diaz Gutierrez ini bahkan mencatat rekor dunia sebagai foto yang paling banyak dicetak ulang, dan paling banyak diolah ke dalam berbagai bentuk tampilan visual lain. Termasuk di kaos-kaos dan di poster-poster. Gambar lain yang juga sangat terkenal adalah muka brewok dengan senyum seulas dan cerutu di bibir atau dijepit jari tangan.

Che Guevara memiliki nama asli Ernesto Guevara Lynch de La Serna lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1928. Che Guevara yang berasal keluarga berdarah campuran Irlandia, Basque dan Spanyol dari pasangan Ernesto Guevara Lynch dan Celia de la Serna merupakan anak pertama dari lima bersaudara.


Masa Kecil
Sejak usia dua tahun Che Guevara mengidap asma yang diderita sepanjang hidupnya. Karena itu keluarganya pindah ke daerah yang kering, yaitu daerah Cordoba. Pendidikan dasar ia dapatkan sebagian dari ibunya, Celia de la Serna.. Ia rajin membaca literatur tentang Karl Marx, Engels dan Sigmund Freud yang ada di Ruang baca keluarganya. Memasuki sekolah menengah pertama (1941) di Colegio Nacional Deán Funes. Di sekolah ini dia menjadi yang terbaik di bidang sastra dan olahraga. Di rumahnya, Che Guevara tergerak hatinya oleh para pengungsi perang saudara Spanyol,  dan juga oleh rentetan krisis politik yang parah di Argentina. Krisis ini memuncak di bawah pemerintahan diktator fasis kiri, Juan Peron, seorang yang ditentang Guevara. Berbagai peristiwa ini sangat mempengaruhi pemikiran Che, ia melihat sebuah penghinaan dalam pantomim yang dilakonkan di Parlemen dengan demokrasinya. Maka muncul pulalah kebenciannya akan politisi militer beserta kaum kapitalis dan terutama kepada dolar Amerika Serikat ,yang dianggap sebagai lambang kapitalisme.

Meski demikian dia sama sekali tidak ikut dalam gerakan pelajar revolusioner. Ia hanya menunjukkan sedikit minat dalam bidang politik di Universitas Buenos Aires, (1947), tempat ia belajar ilmu kedokteran. Pada awalnya ia hanya tertarik memperdalam penyakitnya sendiri, namun kemudian dia tertarik pada penyakit kusta.

Berkeliling Amerika Selatan dengan sepeda motor
Pada tahun 1949 ia memulai perjalanan panjangnya yang pertama, menjelajahi Argentina Utara hanya dengan bersepeda motor. Itulah untuk pertama kalinya ia bersentuhan langsung dengan orang miskin dan sisa suku Indian. Selanjutnya pada tahun 1951 setelah menempuh ujian-ujian pertengahan semester Che mengadakan perjalanan yang lebih panjang seorang diri

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran, ia mengadakan perjalanan keliling 5 negara Amerika Latin yang mengubah segalanya. Dalam perjalanan yang dilakukan bersama sahabat karibnya, Alberto Granado dengan menggunakan sepeda motor La Poderosa dari Januari hingga Juli 1952, ia banyak berhadapan dengan sejumlah gejala yang mengguncangkan perasaannya. Yakni kemiskinan dan penderitaan rakyat tertindas. Ia pun sampai pada kesimpulan, bahwa hanya ada satu jalan untuk membebaskan rakyat miskin dan mengangkat martabat mereka. Yakni perjuangan bersenjata. Jalan revolusioner.

Bergabung dengan Fidel Castro
Semasa revolusi nasional Che Guevara mendatangi La Paz, Bolivia dan dia dinyatakan sebagai seorang oportunis. Dia pun melanjutkan perjalanannya ke Guatemala dan menulis artikel arkeologi tentang reruntuhan Indian Maya dan Inca. Che Guevara pindah ke Kota Mexico pada September 1954 dan bekerja di Rumah Sakit Umum, di sinilah Che Guevara bertemu dan kagum pada Raul Castro dan Fidel Castro. Ia bergabung dengan pengikut Castro para pejuang revolusi Kuba.

Mereka dilatih perang gerilya secara keras dan profesional oleh kapten tentara Republik Spanyol Alberto Bayo. Latihan perang tersebut membuat polisi curiga dan menangkap Che dan para pejuang revolusi Kuba selama satu bulan. Pada Juni 1956 mereka menyerbu Kuba, dan Che Guevaralah yang bertindak sebagai komandan tentara revolusioner Barbutos. Dia merupakan orang yang disiplin dan juga kejam, dia akan menembak siapa saja yang bertindak ceroboh, karena hal inilah Che Guevara mendapatkan reputasi atas kekejamannya yang berdarah dingin.

Menikah dengan Aledia March
Pada tahun 1959, Che Guevara menikah dengan Aledia March. Che Guevara mendirikan Departemen Industri menyusun hukum agraria, dan menjabat sebagai Presiden Bank Nasional Kuba. Che Guevara menjadikan perekonomian Kuba ke arah komunisme.

Castro mengutus Che untuk melakukan perjalanan selama tiga bulan untuk mengunjungi 14 negara di Asia, yang merupakan negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika. Konferensi ini diadakan di Bandung pada tahun 1955. Che Guevara berkunjung ke Jakarta dan mengunjungi candi Borobudur. Sekembalinya dari mengunjungi 14 negara di Asia dia menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Penentangannya terhadap komunis Uni Soviet terlihat dalam organisasi untuk Solidaritas Asia Afrika di Aljazair pada Februari 1965. Sikap Che yang tidak kenal kompromi pada negara kapitalis, membuat negara komunis memaksa Castro memberhentikan Che Guevara.

Akhir Hayat Guevara
Che Guevara meninggal pada tanggal 9 Oktober 1967. Dia tertangkap oleh tentara Bolivia pada 8 Oktober 1967. Dan hukuman tembak dijatuhkan pada tanggal 9 Oktober 1967 lalu mayatnya dikubur secara rahasia di Bolivia dan baru ditemukan pada tahun 1997. Pada 12 Juli 1997 mayat Che Guevara dipindahkan ke Kuba dan  di makamkan dengan upacara kemiliteran di Santa Clara, di provinsi Las Villas. Tempat dimana Che Guevara mengalami kemenangan dalam pertempuran revolusi Kuba. Che menjadi legenda. Berbagai tokoh sastra, musik dan seni telah mempersembahkan komposisinya kepada Che Guevara. Penyair Chili Pablo Neruda, Pengarang Uruguay Mario Benedetti, Penyanyi Carlos Puebla dan Los Fabulosos Cadillacs.

Kisah Sepak Terjang Perjuangan
Che Guevera menempuh pendidikan tinggi di Universitas Buenos Aires tahun 1953 dan sebelum terjun sebagai gerilyawan, ia adalah seorang dokter di Argentina. Ia meninggalkan profesinya untuk memperjuangkan hak-hak kaum miskin terutama di Amerika Latin. Ia bergabung dengan Fidel Castro saat berada di pembuangan di Meksiko. Tahun 1956 bersama Castro dan beberapa tahanan lain melarikan diri dan menyeberangi Laut Karibia dengan perahu dan membawa misi penyerangan Kuba serta menjatuhkan kekuasaan diktaktor Batista.

Guevara berhasil mendarat di daerah rawa yang sangat ganas sehingga kehilangan banyak rekan-rekannya. Ia dan Castro serta beberapa orang yang selamat kemudian berhasil mencapai perbukitan Sierra Maestra. Ia kemudian menggalang kekuatan dan melakukan penyerangan terhadap pemerintah Kuba. Dengan modal keberanian, keterampilan, kekejaman dan taktik perang gerilya, Guevara dan Castro serta para gerilyawan berhasil memasuki Havana dan mengobarkan revolusi sosial di Kuba dan berhasil menumbangkan diktaktor Batista.

Setelah peristiwa tersebut Guevara namanya melambung di dunia Internasional sebagai penantang Amerika. Eksekusi yang di alaminya setelah ditangkap tentara Bolivia dalam suatu misi pemberontakan melawan Tirani Bolivia membuatnya makin terkenal sebagai super hero bagi masyarakat miskin. Kuburannya tidak diketahui, dan ia mati dalam keadaan tangan tertetak seakan-akan para pembunuhnya ketakutan walupun ia sudah mati.

30 Tahun sejak kematiannya namanya tetap hidup dan muncul di mana-mana; dalam gantungan kunci, cangkir kopi, poster,manik-manik di ujung kunci, perhiasan, souvenir, di pertunjukan opera atau teater. Sebagain besar orang mengidolakan Guevera jauh setelah kematiannya hanya dengan mengetahui sedikit mengenai tujuan dan riwayat kehidupannya. Popularitasnya lebih disebabkan keberanian, petualangan, garis perjuangan yang sangat revolusioner, sifat non kooperatif terhadap penguasa yang lalim.