Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

Tuesday, February 16, 2016

Mengapa Makin Tinggi Suatu Tempat Udaranya Makin Dingin ?

Kita mungkin selalu membayangkan bahwa jika suatu makin tinggi suatu maka udaranya makin terasa panas, karena akan makin dekat dengan Matahari tapi kenyataanya malah sebaliknya .

Mengapa Hal itu Bisa terjadi ?
Sama halnya dengan zat –zat lainya.  Udara yang merupakan gas itu juga memiliki berat dan punya kecenderungan untuk menekan udara di bawahnya, sehingga tempat yang memiliki ketinggian rendah memiliki kerapatan molekul udara yang lebih tinggi karena menahan tekanan udara dari daerah atau kawasan yang memiliki ketinggian tinggi. Intinya, molekul udara di dataran rendah menjadi lebih padat, sedangkan di dataran tinggi jadi lebih renggang. Jadi makin tinggi suatu tempat dari permukaan laut, suhu udara akan berubah-ubah.

Lalu apa hubungannya molekul udara dengan suhu yang dingin?
Semua itu berkaitan dengan teori Gerak Brown (Browning Motion). Jadi ternyata molekul gas itu bergerak terus sepanjang waktu, menghasilkan energi kinetis (energi yang diperoleh karena gerakan). Dan seperti yang dijelaskan di atas, di dataran rendah molekulnya lebih padat daripada dataran tinggi.

Perumpamaannya, bayangkan sebuah ruangan dengan 30 orang yang terus bergerak. Pasti suatu saat menimbulkan tabrakan dan gesekan antar orang bukan?

Nah di hukum fisika, gesekan dan tabrakan akan menimbulkan panas. Sekarang apa yang terjadi bila dengan ruangan yang sama kita tambah menjadi 300 orang, lalu 3000 orang. Pasti semakin padat orang yang ada di ruangan tersebut makin banyak gesekan yang terjadi bukan?

Begitu pula dengan molekul gas yang ada di sekitar kita.

Jadi  kesimpulannya adalah : Semakin tinggi suatu tempat, maka tekanan udaranya makin kecil, energi kinetis makin kecil, gesekan antar molekul udara makin berkurang dan suhu juga makin kecil serta begitu pula sebaliknya.


Tuesday, February 9, 2016

Kumpulan Soal Ujian Nasional Geografi SMA 2010 -2015


Ujian Nasional (UN) bagi teman-teman Sobat semua baik yang masih duduk di SMP maupun SMA waktunya udah deket lho, jangn lupa banyak belajar dan berdoa terus untuk mempersiapkan menghadapi UN agar memperoleh hasil yang maksimal. Tak lupa meski berdoa trus jangan lupa belajar ya.

Pada kesempatan kali ini, Kami akan mencoba membantu teman-teman tingkat SMA buat mempersiapkan UN pada matapelajaran Geografi agar lebih maksimal dalam belajarnya dengan mempelajari soal-soal UN terdahulu dari Periode UN 2010-2015.


Untuk lebih jelasnya silahkan temen-temen semua Lihat Disini
Soal-SoalUN 2010-2015

Thursday, February 4, 2016

Letak Geologis Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah gunung api terbanyak di dunia, terutama gunung dengan tipe strato, yang sebagiannya merupakan gunung-gunung yang masih aktif. Banyaknya gunung ini menyebabkan wilayah Indonesia memiliki banyak tanah yang subur serta sehingga Indonesia kaya akan keragaman flora dan fauna. Hal ini tidak lepas dari pengaruh letak geologis Indonesia.

Letak Geologis Indonesia
Letak Geologis merupakan letak suatu wilayah berdasarkan susunan batuan yang menyusun wilayah tersebut atau bisa juga dikatakan Letak geologis adalah letak suatu negara dilihat dari keadaan batu-batuan yang terdapat dalam tubuh bumi wilayah tersebut. Lapisan batuan yang ada di Indonesia sangat erat kaitannya dengan sistem pegunungan yang ada di Indonesia. 

Daerah Indonesia bagian barat di lalui oleh deretan Pegunungan Muda Mediterania, yang merupakan bagian dari rangkaian dari Pegunungan Himalaya dengan sifat batuan basa. Sedangkan daerah Indonesia bagian tengah dan timur merupakan deretan Pegunungan Sirkum Pasifik dengan sifat batuannya asam.
Letak geologis Indonesia sebagai berikut:
  • Indonesia dilalui oleh dua buah rangkaian pegunungan besar di dunia, yaitu rangkaian Sirkum Meditrania dan Sirkum Pasifik.
  • Indonesia terletak pada pertemuan lempeng lithosfer, yaitu lempeng Indo - Australia, lempeng Eurasia,  dan lempeng Pasifik.
  • Indonesia terletak pada tiga daerah dangkalan, yaitu Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul, dan Daerah laut pertengahan Australia Asiatis.
Indonesia, disamping memiliki tanah dengan tingkat kesuburan yang tinggi karena banyaknya gunung api juga rawan dengan terjadinya baik gempa bumi, letusan gunung api maupun Tsunami yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi maupun benturan antar lempeng tektonik/lithosfer.
Dilihat dari segi jalur pegunungan yang ada, kepulauan Indonesia terletak di antara dua rangkaian pegunungan dunia. Pegunungan di Indonesia bagian barat merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Sirkum Mediterania, yang merupakan rangkaian jalur pegunungan api muda dan masih aktif sedangkan pegunungan Indonesia bagian timur merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik yang merupakan jalur pegunungan api tua sehingga rata-rata kebanyakan gunung-gunung api di daerah timur dan tengah Indonesia gunung apinya sudah tak aktif lagi .
Berdasarkan dari keadaan geologinya Wilayah Indonesia dibedakan dalam 3 Daerah Dangkalan. Dangkalan adalah daratan yang terdapat di dalam laut yang menghubungkan suatu wilayah dengan daratan yang sangat luas (benua). 
  1. Dangkalan Sunda adalah daratan di dalam laut yang menghubungkan wilayah Indonesia bagian barat dengan benua Asia.
  2. Dangkalan Sahul adalah daratan di dalam laut yang menghubungkan Indonesia bagian timur dengan benua Australia.
  3. Daerah antara dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul yang merupakan daratan yang terletak di wilayah tengah Indonesia antara Dangkalan Sunda dan Sahul.

Dangkalan ini mempengaruhi persebaran Flora dan Fauna di Indonesia, dimana Daerah Dangkalan Sunda merupakan wilayah Indonesia bagian barat memiliki kesamaan dengan flora dan Fauna di Benua Asia sedangakan Daerah Dangkalan sahul merupakan wilayah Indonesia bagian barat memiliki kesamaan dengan flora dan Fauna di Benua Australia. Sedangkan Daerah antara dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul merupakan Daerah peralihan peralihan antara Asiatis dan Australia tidak memiliki kesamaan dengan yang ada di Asia dan Australia, karena itu Flora dan Fauna di daerah ini merupakan khas dan asli Indonesia.

Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasifik di utara Irian dan Maluku utara. Di sekitar lokasi pertemuan lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi, tsunami, dan longsor.

Peristiwa tektonik yang cukup aktif, selain menimbulkan gempa dan tsunami, juga membawa berkah dengan terbentuknya banyak cekungan sedimen (sedimentary basin). Cekungan ini mengakomodasikan sedimen yang selanjutnya menjadi batuan induk maupun batuan reservoir hydrocarbon yang menyimpan kandungan minyak bumi didalamnya

Pengaruh Letak Geologis Bagi Indonesia
Pengaruh letak geologis bagi wilayah Indonesia antara lain adalah sebagai berikut,
  • Kepulauan Indonesia memiliki banyak gunung api yang aktif.
  • Laut di bagian Indonesia barat merupakan laut dangkal sedangkan wilayah perairan Indonesia bagian tengah dan timur merupakan laut dalam
  • Wilayah Indonesia menyimpan banyak barang tambang mineral
  • Wilayah Indoneisa termasuk daerah yang labil karena sering mengalami gempa bumi tektonik dan vulkanik karena pergeseran lempeng bumi.
  • Pegunungan di Indonesia merupakan rangkaian pegunungan muda Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.
  • Tanah Indonesia memiliki kesuburan yang tinggi karena banyak mengandung unsur hara karena merupakan tanah Vulkanik yang berasal dari material gunung berapi.
  • Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi baik flora maupun Faunanya




Sunday, November 1, 2015

Klasifikasi Iklim (Part 2)

Selain pembagian iklim menurut letak garis astronomis dan ketinggian tempat, berikut ini akan diuraikan tentang Pembagian Iklim Menurut Pendapat Para Ahli Klimatologi

Pembagian Iklim Menurut Dr. Wladimir Koppen
Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.

1.    Iklim A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
  • suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C,
  • suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C,
  • curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun, dan
  • tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam.

2.    Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut:
  • Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa),
  • Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar,

3.  Iklim C atau iklim sedang. Ciri-cirinya
  • adalah suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.

4.    Iklim D atau iklim salju atau microthermal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
  • Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
5.    klim E atau iklim kutub . Cirinya yaitu
  • terdapat di daerah Artik dan Antartika,
  • suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.

Pembagian Iklim Menurut Mohr
Mohr membagi iklim berdasarkan curah hujan yang sampai ke permukaan bumi. Berdasarkan banyaknya curah hujan sampai ke bumi Iklim diklasifikasikan dalam tiga golongan sebagai berikut:

1.    Bulan Kering (BK),
       yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut kurang dari 60 mm.

2.    Bulan sedang (BS),
       yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut berkisar antara 60 hingga 90 mm.

3.    Bulan basah (BB),
       yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut berkisar 100 mm ke atas.

Pembagian Iklim Menurut F. Junghuhn
Berdasarkan hasil penyelidikan Junghuhn pembagian daerah iklim di Jawa ditetapkan secara vertikal sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan.  Menurut Junghuhn pembagian daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut

1.    Daerah panas/tropis
       Daerah ini berada pada ketinggian antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu antara 26,3° –              22°C. Tanama yang cocok ditanam seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan        cokelat.

2.    Daerah sedang,
       Daerah ini berada pada ketinggian antara 600 – 1500 m dari permukaan laut dengan suhu                    berkisar antara 22° -17,1°C. Tanaman yang cocok di tanam pada daerah ini seperti padi,                      tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.

3.    Daerah sejuk, dan
       Daerah yang berdiri pada ketinggian antara 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Dengan Suhu            antara 17,1° – 11,1°C. Tanaman yang bisa dibudidayakan antara lain seperti teh, kopi, kina, dan          sayur-sayuran.

4.    Daerah dingin,
       Daerah yang ada pada ketinggian lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C.              Tanamannya tidak ada tanaman bisa dibudidayakan pada daerah terseb

Klasifikasi Iklim (Part 1)

IKLIM
Iklim adalah keadaan cuaca (Suhu, Angin, Tekanan Udara, Curah Hujan dan Lama Penyinaran Matahari) di suatu Daerah yang luas dalam waktu yang lama ( biasanya minimal 30 Tahun)
Pembagian Iklim Dunia
Berdasarkan letak garis lintang dan ketinggian tersebut, maka iklim dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklim matahari dan iklim fisis.
1.  Iklim Matahari
Iklim matahari adalah keadaan iklim suatu wilayah yang didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi,

a.  Iklim Tropis
Iklim tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi.
Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:
Ø Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20- 23°C. Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
Ø Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan ampitudo hariannya lebih besar.
Ø Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
Ø Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.

b.  Iklim Sub Tropis
Iklim sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang.
Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai berikut:
Ø Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang.
Ø Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas.
Ø Suhu sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Ø Daerah sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.

c.  Iklim Sedang
Iklim sedang terletak antara 40°- 661/2° LU/LS.
Ciri-ciri iklim sedang adalah sebagai berikut:
Ø Banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.
Ø Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.

d.  Iklim Dingin (Kutub)
Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es. Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut:
Ø Musim dingin berlangsung lama
Ø Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.
Ø Udaranya kering.
Ø Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.
Ø Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
Ø Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.
Ø Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
Ø Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.
Ø  
2.  Iklim Fisis
Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan.
Iklim fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan dan iklim musim (muson).
a.  Iklim laut (Maritim)
Iklim laut berada di daerah (1) tropis dan sub tropis; dan (2) daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda.
Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:
Ø Suhu rata-rata tahunan rendah;
Ø Amplitudo suhu harian rendah/kecil;
Ø Banyak awan, dan Sering hujan lebat disertai badai.

Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
Ø  Amplituda suhu harian dan tahunan kecil;
Ø Banyak awan;
Ø Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik;
Ø Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.

b.  Iklim Darat (Kontinen)
Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang.
Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40(, yaitu sebagai berikut:
Ø Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil; dan
Ø Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.

Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
Ø Amplitudo suhu tahunan besar;
Ø Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah; dan
Ø Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.

c.  Iklim Dataran Tinggi
Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan
ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
Ø Amplitudo suhu harian dan tahunan besar;
Ø Udara kering,
Ø Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah; dan
Ø Jarang turun hujan.

e.  Iklim Gunung
Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan.
Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:
Ø Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi;
Ø Terdapat di daerah sedang;
Ø Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil;
Ø Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan;
Ø Kadang banyak turun salju.

f.    Iklim Musim (Muson)
Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun.
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Ø Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan;
Ø Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.

Saturday, October 31, 2015

Proses Terjadinya Hujan

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kelangsungan dan perkembangan makhluk hidup di Bumi. Proses terjadinya hujan sangat dipengaruhi oleh konveksi di atmosfer bumi dan lautan. Konveksi adalah proses pemindahan panas oleh gerak massa suatu fluida dari suatu daerah ke daerah lainnya.


Air-air yang terdiri dari air laut, air sungai, air limbah, dan sebagainya tersebut karena mendapat panas dari sinar matahari mengalami proses penguapan (evaporasi) . Air tersebut kemudian menjadi uap yang melayang ke udara terus bergerak menuju langit bersama uap-uap air yang lain.


Sesampai di langit atas, uap-uap mengalami proses pemadatan (kondensasi) sehingga terbentuklah awan. Lalu angin menggerakkan awan-awan tersebut saling bertemu dan membesar dan kemudian menuju ke atmosfir bumi yang suhunya lebih rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena terlalu berat angin tak mampu menopang lagi hingga akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi, proses ini disebut juga proses presipitasi.

Karena semakin awan itu turun rendah, maka akan mengakibatkan suhu semakin naik maka es/salju akan mencair, namun jika suhunya sangat rendah, maka akan turun tetap menjadi salju.

Friday, October 30, 2015

Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Pada Era milenium tahun 2000-an ini isu tentang pemanasan global dan perubahan iklim telah menjadi prioritas utama kampanye global dan nasional suatu negara untuk mengeremnya atau bahkan menanggulanginya, karena pada saat ini pemanasan Global telah memicu banyak terjadinya perubahan iklim yang berdampak besar pada masalah pertanian dan terjadinya bencana alam yang sangat mengerikan, untuk itu sebelum kita ingin menanggulangi atau bahkan mengerem terjadinya pemanasan global kita harus tahu apa definisi pemanansan global serta penyebabnya 

Apakah pemanasan global dan perubahan iklim itu?

Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan Bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Sedangkan Perubahan Iklim adalah suatu keadaan berubahnya pola iklim dunia. Suatu daerah mungkin mengalami pemanasan, tetapi daerah lain mengalami pendinginan yang tidak wajar. Akibat kacaunya arus dingin dan panas ini maka perubahan iklim juga menciptakan fenomena cuaca yang kacau, termasuk curah hujan yang tidak menentu, aliran panas dan dingin yang ekstrem, arah angin yang berubah drastis, dan sebagainya.

Apa itu Gas Rumah Kaca?


Atmosfer bumi terdiri dari bermacam –macam gas seperti nitrogen (N2) 78%, oksigen (O2) 21%, carbon dioksida (CO2) 0,3%, argon (Ar) 1%, dan sisanya unsur gas lain seperti: ozon (O3), hidrogen (H), helium (He), neon (Ne), xenon (Xe), krypton (Kr), radon (Rn), metana, dan ditambah unsur uap air dalam jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan ketinggian tempat , gas- gas ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Diantara gas-gas penyusun atmosfer tadi terdapat Kelompok gas yang memiliki menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat yang dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu makhluk hidup yang ada di dalamnya dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Seperti hal itu juga, Bumi memerlukan gas-gas tersebut untuk menyimpan panas matahari agar bumi tetap hangat sehingga makhluk hidup yang ada didalamnya dapat tinggal serta tumbuh dan berkembang dengan baik. Tanpa keberadaan gas rumah kaca tersebut, suhu bumi akan menjadi sangat dingin sehingga sulit untuk ditinggali. Sebagai perbandinganya adalah, Planet Mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.

Penyumbang terbesar pemanasan global yang terjadi saat ini adalah Gas Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan dari sektor pertanian dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Dinitrogen Oksida (N2O) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 72 kali dari molekul CO2. Molekul N2O bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 296 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2.