Showing posts with label Hiburan. Show all posts
Showing posts with label Hiburan. Show all posts

Saturday, January 2, 2016

Pidato Menyentuh “ Mark Zuckenberg” Sang Pendiri Facebook

Pada beberapa bulan lau Mark dan Sang istri melakukan lawatan perjalanan ke negeri asal sang istri di China. Disana disamping melakukan kunjungan keluarga , kunjungan itu dituduh untuk melakukan lobi terhadap pemerintah china untuk membuka pemblokiran situs Facebook di negara tirai bambu tersebut.

Pada kunjunganya disebuah Universitas di Beijing, Sang Pendiri Facebook ini menyampaikan pidato yang mencengangkan sekaligus menyentuh untuk membungkam pertanyaan serta kritikan terhadap diri Mark

Pertanyaan itu antara lain alasan atas tindakan Mark yang menikahi wanita asal China bernama Priscilla Chan yang dinilai oleh sebagian orang, kurang cantik serta tuduhan menghindari pajak yang dilakukanya dengan menyumbangkan 99% saham Facebook yang dimiliknya pada lembaga amal,

Berikut petikan pidato Mark Zuckenberg tersebut ;

Menjawab pertanyaan mengapa saya memperisteri seorang wanita berparas tidak cantik?
Saya, Mark Zuckerberg dari Facebook, saya adalah orang yang diberitakan sebagai seorang anak muda kaya raya yang tidak punya berita gossip, seseorang yg sangat mencintai istri, dan si Mark yang mempunyai tampang baby face.
Hari ini saya ingin menggunakan waktu bbrp menit utk ngobrol dgn teman2 di China, istilah kalian Curhat.
Sama halnya pada awal tahun ini saya pidato di Beijing Qing Hua University, saya berusaha semaksimal mungkin menggunakan bahasa Mandarin, namun karena keterbatasan kemampuan bahasa Mandarin saya, saya mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dan berusaha berbicara sebaik mungkin.

Kemarin dulu saya baru menjadi seorang ayah, teman2 seluruh dunia menyampaikan ucapan selamat kepada saya dan kami sekeluarga, saya sangat terharu, namun tidak sedikit teman chinese yang menyampaikan kecurigaan mereka, utamanya 2 pertanyaan tersebut
  1. Mengapa saya memperisteri seorang wanita tidak berparas cantik?
  2. Mengapa saya menyumbangkan harta/saham facebook saya sebesar USD 45 milliard, apakah utk menghindari pajak?

Teman-teman saya menganjurkan saya tidak usah menjawab pertanyaan2 yang beredar.
Bill Gates, penyanyi terkenal Shakira dan teman-teman saya berpendapat tidak perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Saya mengerti pemikiran mereka, menggunakan perumpamaan yg digunakan filsuf terkenal China Zhuang Zi, yaitu kodok di dasar sumur tdk bisa diibaratkan sebagai laut, ulat di musim panas tidak bisa diibaratkan sebagai es.
Mereka juga katakan, cara anda memandang dunia, dunia seperti itulah yang anda lihat.
Anda yg tidak percaya keindahan dunia, dengan sendirinya anda tidak akan memiliki keindahan dunia.

Banyak orang China yg mempunyai berbagai modus, mirip banyak rumput belukar didalam hatinya, mereka enggan membuka hati agar bisa menerima sinar matahari yang begitu elok.
Mereka(teman-teman saya) bukan meremehkan kalian, hanya khawatir. saya berpikir walaupun saya jelaskan kalian juga tidak mengerti, atau mungkin tdk mau mengerti, dengan demikian saya menjadi orang idiot, selain membuang waktu dan pikiran juga membuat mulut kering saja.
Saat ini, zaman internet, walapun ulat musim panas belum pernah merasakan musim dingin, kita bisa menggunakan teknology masa kini membuat mereka merasakan musim dingin, begitupun kodok yg belum pernah melihat lautan, kita mampu membuat mereka merasakan seperti apa lautan.
Saat ini berbagai hal dapat diwujudkan dgn tehnologi.
Untuk itu saya putuskan menjawab 2 pertanyaan kalian.
Sekaligus menjawab lebih banyak pertanyaan kalian, umpamanya, mengapa saya tidak membeli mobil mewah, dan juga mengapa selalu hanya memakai t shirt yang sama.
Tahun ini saya bertemu ibu negara kalian saat mengunjungi Amerika, saat itu saya ngobrol dengan Jack Ma/Ma Yun (pendiri/pemilik Alibaba.com) dan Pony Ma/Ma Hua Teng (pendiri/pemilik Tencent/QQ/We Chat) perihal mengapa saya menikahi seorang wanita tdk berparas cantik.
Saat itu saya belum menyumbangkan harta/saham facebook saya, jadi belum waktunya menilai sumbangan tersebut utk menghindari pajak atau bukan.
Saya hanya perjelas duduk persoalan tapi bukan memberi penjelasan.
Saya tidak perlu memberi penjelasan hal-hal pribadi saya.
Namun saya tidak bisa menahan diri menjelaskan kepada Jack Ma dan Pony Ma perasaan dan pemikiran saya.
Entah mereka berdua mengerti tidak apa yang telah saya sampaikan, saya menduga mereka belum sepenuhnya mengerti.
Namun tidak apa-apa, saya akan mengulangi menjelasakan dangan detail kepada teman-teman di China yang bersimpati ke saya.
Saya tidak tahan menutupi kegembiraan atas kelahiran putri saya, entah kalian mengetahui tidak, sebelumnya, kami mempunyai pengalaman pahit yakni isteri saya mengalami 3 kali keguguran, sebelum ini kami sangat menginginkan mempunyai anak, namun isteri saya mengalami 3 kali keguguran
Saat anda mengira segera mendapatkan anak, anda akan merasakan segalanya penuh harapan, anda mulai berpikir anak-anak akan seperti apa, dan merencanakan segala sesuatu utk mereka di masa akan datang, namun kemudian, semuanya tidak terjadi.
Teman- teman sekalian!
Apa kalian bisa membayangkan, sebagai seorang ibu lulusan jurusan kedokteran Harvard University dan seorang ayah yang kaya raya, namun 3x gagal untuk memiliki anak, kalian bisa bayangkan seperti apa perasaan dan pengalam kami.
Sebagai pasangan suami isteri pada umumnya, saat ini kami begitu gembira mendapatkan anak dan juga begitu sedih saat dulu kehilangan anak karena keguguran.
Kami saling berpelukan, saling mengasihi, saling mendukung, bersama-sama melewati masa yang sulit, siang maupun malam.
Pengalaman buruk yang kami alami, umumnya orang tidak akan membicarakan hal keguguran dengan orang luar, sama halnya anda mempunyai kekurangan, atau telah melakukan kesalahan yg menyebabkan hal tersebut terjadi.
Untuk itu anda cuman bisa menghadapinya sendiri.
Seorang lelaki yang begitu mendambakan menjadi seorang ayah, tapi mengalami 3 kali kegagalan, namun sekarang mimpi tersebut telah menjadi keyakinan, saya sungguh tergugah..
Mohon doakan si kecil Max supaya sehat dan bahagia selalu.
Sekarang saya menjawab pertanyaan kalian.

Pertanyaan pertama, mengapa saya memperisteri seorang wanita tidak berparas cantik.
Pertama-tama saya ingin membahas, apa itu wanita cantik, apa itu wanita tidak cantik..
Saya mempunyai banyak kesempatan bertemu berbagai wanita cantik, namun apa yang disebut wanita cantik kebanyakan berhati seperti kaca, jika sakit manjanya seperti seorang putri raja, dan juga penyakit angkuh, dan juga akan bertanya kepada saya mengapa begitu kaya namun tidak mau berganti mobil.
Saya tahu tujuan mereka adalah mau pamer dilingkungan teman.
Wanita demikian walaupun secantik apapun, bila sanubari nya hanya menuntut/meminta, tetap kelihatan jelek, jiwanya juga kotor.
Wanita demikian barulah dikatakan sebagai wanita berparas jelek, diberikan gratispun saya tidak mau.
Kecantikan diluar akan berkurang nilainya seiring bertambahnya usia, namun kecantikan dari dalam akan bertambah nilainya seiring bertambahnya usia.
Dalam hal ini para ahli ekonomi di wall street pasti mengerti, makanya saya sama dengan mereka, tidak akan bersentuhan dengan benda yang secara cepat turun nilainya.
Apa yang saya sukai Priscilla Chan isteri saya?
Raut wajah seorang wanita adalah cermin hati sanubari seseorang, senyumnya memukau selamanya.
Sejak hamil, Priscilla sama sekali mengabaikan perobahan yang terjadi pada raut mukanya akibat kehamilannya, tetap berpakaian sederhana, tanpa dandan, namum kebahagiaannya saya rasakan sepenuhnya dan juga nampak kepada orang lain.
Saya mencintai kesederhanaan Priscilla.
Saya mencintai penampilannya : bersemangat namun bijak, berani namun penuh kasih, berjiwa pemimpin namun juga bisa mendukung orang lain.
Saya mencintai keseluruhannya, saat bersamanya, saya merasa sangat nyaman dan relax.
Saya sama sekali tidak merasa Priscilla bersanjung kepada saya, selain memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, dia juga memiliki kecerdasan emosi/sosial yg tinggi, jangan lupa bahwa Priscilla adalah lulusan jurusan kedokteran Harvard University, anda bisa coba test masuk universitas tsb, jurusan hukum, kedokteran, ekonomi adalah jurusan yang menjadi rebutan orang, walaupun lulus test masuk belum tentu anda bisa lulus penuh, kalau mau dikatakan bersanjung, lebih tepat saya yang bersanjung kepada Priscilla bukan sebaliknya.
Perkawinan ibarat sepasang sepatu, hanya yang memakainya tahu sepatunya nyaman dipake atau tidak, Priscilla paling cocok buat saya, saya dan Priscilla adalah pasangan yg paling ideal di bumi ini, saya berkenalan dgn Priscilla saat antrian toilet, di mata Priscilla, saya adalah seorang kutu buku.
Ini adalah JODOH.
Di mata kalian, Priscilla ada wanita tidak cantik, namun di mata saya, dia adalah wanita cantik dan paling serasi dengan saya.
Saya tidak bisa menahan diri memamerkan foto saya dgn Priscilla yg begitu berbahagia.
Dalam foto nampak saya dan Priscilla begitu bahagia, damai dan alami.

Tips bagi kalian: sebagian wanita hanya melihat keburukan orang lain, tidak melihat kecantikan orang lain, dengan demikian, kebahagian akan meninggalkan kalian, tidak berjodoh.
Sebab, apa yang ada dalam hati itulah yang ada dalam kenyataan.

Sekarang membahas tentang penghindaran pajak yang dituduhkan kepada saya.
Kalian berpikir, saya menyumbang USD 45 milliard apa untuk pamer kekayaan atau menghindari pajak.
Apa otak kalian atau otak saya yang bermasalah?
Apa yang kami sumbangkan USD 45 milliard berbentuk saham sebetulnya bukan nilai sebenarnya, tapi hanya nilai pasar, bisa lebih tinggi atau lebih rendah nilainya, ini tergantung pasar yang menentukan.
Dana yang kami sumbangkan untuk digunakan sebagai dana abadi untuk diinvestasikan ke sekolah dan rumah sakit.
Saat kelahiran anak kami, kami berkunjung ke rumah sakit, bermaksud untuk bisa ikut berkontribusi dalam dunia pengobatan.
Seiring perkembangan tehnologi yang maju pesat, kami sungguh berharap 100 tahun mendatang, hampir semua penyakit dapat dicegah dan diobati.
Saat ini, kebanyakan manusia meninggal akibat penyakit jantung, kanker, stroke, dan penyakit menular lainnya.
Diharapkan berbagai penyakit tersebut dapat teratasi dengan lebih cepat.
Saat menyadari anak kami dan banyak anak lainnya berkemungkinan bisa menghindari berbagai penyakit, kita semua punya tanggung jawab untuk mewujudkan impian tersebut.
Saya tegaskan sekali lagi, saya dan isteri saya akan berkontribusi semaksimal mungkin untuk tujuan tersebut.
Di Silicon Valley, " Mengubah Dunia " kata tersebut bukan hanya sebuah slogan, ia merupakan sebuah keyakinan dan kekuatan.
Mimpi kami berharap melalui usaha keras kami untuk memperbaiki kwalitas pendidikan, pengobatan, intergrasi dunia, untuk disumbangkan kembali ke masyarakat, mengubah dunia, membangun suatu dunia yang lebih baik untuk semua umat manusia.
Teman-teman sekalian, kami sedang melakukan upaya "Change The World", apa yang telah kalian lakukan? Saya mendengar diantara kalian banyak mengeluh, saya ingin katakan bahwa tidak ada artinya mengeluh, tindakanlah yang lebih bermakna.
Saya dan Priscilla menyumbangkan 99% saham kami di facebook, mendekati semua saham milik kami, apa kalian masih menganggap yang kami lakukan untuk menghindari pajak?
Apa masih ada maknanya menghindari pajak? Banyak teman2 di China yang kaya raya, mengapa mereka tidak ikut menyumbangkan 99% harta mereka untuk menghindari pajak?
Lagi tentang baju dan mobil apa yang saya pakai.
Betul, sepanjang tahun saya memakai T shirt abu-abu dan mobil yang sangat sederhana.
Saya tegaskan, saya bukan orang yang berhari-hari tidak ganti baju, namun saya membeli banyak T shirt berwarna abu-abu, saya berusaha menjalani hidup ini sesederhana mungkin, supaya menghemat pikiran dan waktu memutuskan berbagai hal yg tidak penting, Sebab memilih memakai pakaian , makan pagi, dan berbagai hal kecil tsb menyita cukup banyak waktu dan pikiran, saya tidak ingin membuang waktu hanya untuk hal-ha kecil tersebut, sehingga saya bisa lebih konsentrasi melakukan berbagai hal yang lebih bermanfaat utk masyarakat.
Saya memiliki 3 buah mobil, satu Toyota seharga USD 16 ribu, VW golf seharga USD 18 ribu dan Chevrolet TSX seharga USD 30 ribu.
Setelah facebook go public, saya ganti VW GTI seharga USD 30 ribu.
Saya berpendapat, mobil hanya sebuah alat transportasi, tidak perlu yang mahal2.
Saya tidak memakai berbagai barang branded, yang penting saya merasa nyaman, mengapa butuh barang-barang yang berlebihan ?
Kalau yang menyangkut kebutuhan berlebihan, justru otak, perasaan sendiri lebih butuh diutamakan.
Kata bijak china zaman dulu, “ manusia harus menaklukkan benda bukan ditaklukkan benda “ , maksudnya adalah, berbagai materi kehidupan untuk digunakan/dikendalikan manusia, bukan sebaliknya, saya sangat setuju dgn pemikiran tersebut.
Saya sangat salut ucapan yang pernah diucapkan Mandella yaitu jiwa saya adalah pemimpin saya, nasib saya dikendalikan oleh diri saya sendiri .
Makanya saya tidak gila branded, tidak ada manfaatnya dan sangat tidak masuk akal.
Apa yang ada dalam hati itulah yang ada di dunia kenyataan, percayalah bahwa dunia ini adalah alam semesta yang indah, jika anda tidak percaya, anda tidak akan bisa memiliki dunia/alam semesta yang indah, tidak akan memiliki kehidupan yang indah dan penuh kedamaian.

Hal tersebut diatas merupakan keyakinan saya dan Priscilla.
Akhir kata, bila ada yang tidak berkenan, mohon petunjuk!
Anda bisa tinggalkan pesan untuk saya.
Terima kasih telah meluangkan waktu mendengar pidato yang saya sampaikan.
Terima kasih.
Salam, Mark Zuckerberg.


Sunday, December 20, 2015

Mengupas Misteri dan Mitos tentang Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed

“ Sudah cukup baik bahwa orang-orang tidak paham sistem perbankan dan moneter kita, karena jika mereka paham, saya percaya akan ada revolusi sebelum besok pagi..”(Henry Ford)

Banyak dari kita selama ini menganggap bahwa Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed merupakan bagian dari lembaga pemerintahan Amerika Serikat, namun sebenarnya The Fed adalah lembaga swasta yang berada diluar jangkauan pemerintahan Amerika Serikat
Selama puluhan tahun The Fed telah memainkan peran dominan sebagai pencetak uang dolar AS, yang digunakan sebagai satu-satunya alat transaksi resmi dalam perdagangan internasional (sebelum pengakuan atas Euro dan Yuan oleh IMF). Sehingga Bank Indonesia serta banyak bank sentral lainya di banyak negara selalu mempertimbangkan keputusan-keputusan The Fed ketika akan membuat kebijakannya. Sehingga kekuasaan The Fed pun menjadi sangat luar biasa, tidak hanya untuk di dalam Amerika Serikat tapi juga di seluruh dunia.

Keberadaan Bank Cadangan Federal (selanjutnya disebut The Fed), ini diselimuti sejumlah mitos dan misteri. Misteri dan mitos ini termasuk dalam soal nama, kepemilikan, (konon) independensinya terhadap pengaruh eksternal, dan anggapan tentang komitmennya atas stabilitas pasar, pertumbuhan ekonomi dan kepentingan umum.

Mitos The Fed Milik Pemerintah
Mitos utama yang diketahui publik kebanyakan baik di dalam maupun di luar Amerika Serikat, adalah bahwa The Fed dimiliki oleh pemerintah Federal, seperti yang tersirat dalam nama: Federal Reserve Bank. Namun pada kenyataannya ia adalah lembaga swasta dengan pemegang sahamnya adalah bank-bank swasta; jadi ia sebenarnya merupakan “banknya para bankir.” Seperti perusahaan lain, ia dipandu oleh dan berkomitmen untuk kepentingan para pemegang sahamnya–meskipun secara formal ada dalam pengawasan Kongres.

Pilihan kata “federal” dalam nama bank tampaknya menimbulkan kekeliruan yang sengaja dirancang untuk menciptakan kesan bahwa bank tersebut memiliki entitas publik. Memang kekeliruan dalam mengidentifikasi kepemilikan itu bukan hanya karena dampak atau kesan yang diciptakan oleh namanya. Lebih penting lagi, hal itu juga secara resmi dan eksplisit dinyatakan dalam di situsnya: “Federal Reserve System” memenuhi misi publik sebagai entitas independen dalam pemerintahan. Ia bukanlah milik siapa pun dan bukan pribadi, atau lembaga pencari profit”.

Membuka kedok yang terang-terangan keliru ini, pernah seorang anggota Kongres Louis McFadden, Ketua Komite Perbankan dan Mata Uang di tahun 1930-an, menggambarkan The Fed dalam ungkapan berikut:

“ Beberapa orang berpikir bahwa Federal Reserve Bank adalah lembaga Pemerintah Amerika Serikat. Mereka adalah monopoli swasta yang memangsa orang-orang Amerika Serikat untuk kepentingan diri mereka sendiri dan pelanggan asing mereka; spekulan dan penipu asing dan domestik; orang kaya dan para predator pemberi pinjaman uang...”

Fakta bahwa The Fed, pertama dan terutama, berkomitmen untuk kepentingan para pemegang saham, bank-bank komersial, ini menjelaskan mengapa kebijakan moneternya semakin melayani kepentingan industri perbankan dan, lebih umum, kepentingan oligarki keuangan. Deregulasi yang luas yang menyebabkan krisis keuangan tahun 2008, skandal talangan dana perbankan dalam menanggapi krisis, kelanjutan siraman uang bebas bunga kepada lembaga-lembaga keuangan yang disebut “terlalu besar untuk gagal (too-big-to-fail)”, kegagalan untuk memberlakukan pembatasan efektif atas lembaga-lembaga ini setelah krisis, pemotongan brutal ala neoliberal di program jaring pengaman sosial untuk membayar kerugian perjudian keuangan kelas atas, dan kebijakan penghematan lainnya yang sama kejamnya, semua dapat ditelusuri ke kekuasaan politik dan ekonomi oligarki keuangan, yang sebagian besar diberikan melalui kebijakan moneter The Fed.

Hal ini juga menjelaskan mengapa banyak pembuat kebijakan AS sebelumnya tidak mempercayakan tugas penting pengedaran uang dan pengkreditan kepada bank swasta pencari-laba:

Bank Sentral  [swasta] adalah lembaga permusuhan yang paling mematikan terhadap prinsip-prinsip dan bentuk konstitusi kita. . . . Jika orang-orang Amerika mengijinkan bank-bank swasta untuk mengontrol penerbitan mata uang mereka, bank-bank dan perusahaan-perusahaan yang akan tumbuh di sekitar mereka akan mencabut segala hak milik orang-orang sampai suatu saat anak-anak mereka akan bangun tidur sebagai gelandangan di benua yang nenek moyang mereka taklukkan. (Thomas Jefferson, Presiden ke-3 AS).

Di tahun 1836, Andrew Jackson menghapuskan Bank Amerika Serikat, dengan alasan bahwa hal itu memberikan pengaruh yang tidak semestinya dan tidak sehat terhadap perekonomian nasional. Sejak saat itu hingga tahun 1913, Amerika Serikat tidak mengijinkan pembentukan bank sentral swasta. Selama periode hampir tiga perempat abad itu, kebijakan moneter dijalankan, kurang lebih, menurut Konstitusi AS: Hanya “Kongres harus memiliki kuasa atas uang koin, mengatur nilai daripadanya “(Pasal 1, Pasal 8, Konstitusi AS). Tidak lama sebelum pembentukan Federal Reserve Bank pada tahun 1913, Presiden William Taft (1909-1913) berjanji untuk memveto setiap undang-undang yang berisi pembentukan bank sentral swasta.

Segera setelah Woodrow Wilson menggantikan William Taft sebagai presiden, Federal Reserve Bank didirikan (23 Desember 1913), sehingga sentralisasi kekuatan bank-bank AS menjadi sebuah entitas swasta yang dikontrol melalui suku bunga, jumlah uang beredar, penciptaan kredit, inflasi, dan (dengan jalan berputar) lapangan kerja. Bank ini juga bisa meminjamkan uang kepada pemerintah dan menghasilkan bunga, atau fee–uang yang dapat dibuat pemerintah secara gratis. (Situasi) ini mengiringi awal kenaikan bertahap dari utang nasional, karena untuk selanjutnya pemerintah lebih mengandalkan pinjaman dari bank ketimbang swadana, seperti yang dilakukan sebelum pemberian kekuasaan sistem pembuatan (percetakan_pent.) uang kepada perbankan swasta. Namun, tiga tahun setelah menandatangani Federal Reserve Act menjadi Undang-Undang, Wilson nyatakan seperti dikutip berikut:

“ Saya adalah manusia yang paling tidak berbahagia. Saya telah sengaja merusak negara saya. Sebuah negara industri besar dikendalikan oleh sistem kredit. Sistem kredit kami yang terkonsentrasi. Oleh karena itu, pertumbuhan bangsa dan semua kegiatan kami berada di tangan beberapa orang. Kami datang untuk menjadi salah satu pemerintahan yang terburuk, salah satu pemerintahan yang benar-benar ada dalam kendali dan dominasi di dunia yang beradab. Tidak lagi pemerintahan dengan pendapat yang bebas, tidak lagi pemerintahan oleh keyakinan dan suara mayoritas, tetapi pemerintah dengan pendapat dan paksaan dari sekelompok kecil orang yang dominan..”

Sementara banyak pemikir independen dan pembuat kebijakan di masa lalu melihat kekuatan tidak terkendali dari bank sentral swasta sebagai wakil yang tidak diizinkan untuk mengganggu kebijakan moneter/ekonomi negara, sebagian besar ekonom dan pembuat kebijakan hari ini justru melihat independensi bank sentral dari orang-orang dan badan-badan pemerintah yang terpilih sebagai suatu keyakinan...!

Mitos Independensi The Fed
Mitos lain tentang The Fed adalah bahwa ia independen, murni teknokratis atau entitas pembuat kebijakan nirlaba yang semata-mata mengabdi untuk kepentingan nasional, bebas dari semua pengaruh eksternal. Memang, bab tertentu dalam buku pelajaran ekonomi makro di setiap perguruan tinggi atau sekolah menengah, mengajarkan uang dan perbankan atau keuangan dikhususkan untuk “keuntungan” yang “independen” dari bank sentral swasta untuk menentukan tingkat persediaan uang yang “sesuai”, inflasi atau volume kredit yang mungkin diperlukan oleh suatu perekonomian–selalu menyamakan independensi otoritas yang ditunjuk dan warga negara dengan independensi pada umumnya.

Akan tetapi pada kenyataannya, independensi bank sentral berarti indepensi dari rakyat dan dari badan-badan yang ditunjuk oleh pemerintah—bukan (independen) dari kepentingan keuangan yang kuat.

Independensi berarti bank sentral benar-benar telah ditangkap oleh kepentingan Wall Street, kepentingan perbankan yang sangat besar. Mungkin ia independen dari politisi, tapi itu tidak berarti bahwa ia wasit yang netral. Selama Depresi Besar dan sesudahnya, The Fed mengambil isyarat dari Kongres. Sepanjang dekade 1940-an, Federal Reserve secara praktis tidak independen. Ia butuh perintah-perintah dari Gedung Putih dan Departemen Keuangan—dan itu adalah dekade yang paling sukses dalam sejarah ekonomi Amerika.

Mitos The Fed Untuk Kepentingan Nasional
Mitos lai terkait dengan The Fed adalah klaim tentang komitmennya untuk kepentingan nasional dan/atau masyarakat. Asumsi tentang misi ini dilakukan melalui kebijakan moneter yang akan mengurangi gelembung keuangan, menyesuaikan kredit atau uang beredar untuk kebutuhan komersial dan manufaktur, dan menyuntikkan daya beli ke dalam perekonomian melalui investasi skala besar dalam proyek-proyek infrastruktur, sehingga mendorong stabilitas pasar dan ekspansi ekonomi.

Hal itu memang terjadi segera setelah Depresi Besar dan Perang Dunia II ketika The Fed harus mengikuti pedoman Kongres, Gedung Putih dan Departemen Keuangan. Sebagai akibat kerangka peraturan kebijakan ekonomi New Deal yang membatasi peran bank komersial untuk intermediasi keuangan antara penabung dan investor, maka modal keuangan pindah bersama-sama dengan modal industri, karena pada dasarnya memberi pelumas pada roda industri, atau produksi. Dalam situasi ini, ketika sebagian besar lembaga keuangan berfungsi sebagai saluran bagi tabungan nasional yang dikumpulkan untuk investasi produktif, gelembung keuangan menjadi jarang terjadi, bersifat sementara dan kecil.

Tidak demikian di era modal keuangan. Dibebaskan dari kendala peraturan periode pasca-Perang Dunia II (yang menentukan jenis, jumlah dan bidang investasi), sektor keuangan secara efektif telah berubah menjadi kasino raksasa. Dengan demikian, The Fed telah mengubah kebijakan moneter (sejak zaman Alan Greenspan) menjadi instrumen untuk memperkaya kaum kaya dengan menciptakan dan menjaga gelembung harga aset. Dengan kata lain, kebijakan moneter The Fed telah efektif berubah menjadi sarana redistribusi (kekayaan_pent.) dari bawah ke atas.

Ini bukan spekulasi atau teori konspirasi: efek redistributif dari kebijakan The Fed yang menyokong oligarki keuangan didukung oleh fakta-fakta dan angka yang tak terbantahkan. Sebagai contoh, sebuah penelitian terbaru oleh Pusat Penelitian PEW tentang distribusi pendapatan/kekayaan (diterbitkan pada 9 Desember 2015) menunjukkan bahwa polarisasi sosial-ekonomi yang sistematis dan meningkat telah menyebabkan penurunan tajam dalam jumlah orang Amerika berpenghasilan menengah.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa, untuk pertama kalinya, rumah tangga berpenghasilan menengah tidak lagi merupakan mayoritas dari Amerika pemilik rumah: “Sekali dalam mayoritas, jumlah orang dewasa di rumah tangga berpenghasilan menengah pada tahun 2015 sama dengan gabungan jumlah orang-orang di rumah tangga berpenghasilan bawah dan atas.”Secara khusus dikatakan, pada tahun 1971 orang dewasa di rumah tangga berpenghasilan menengah berjumlah 60,1 persen dari total populasi orang dewasa, sekarang hanya 49,9 persen.

Menurut laporan PEW, pangsa penghasilan nasional yang diperoleh rumah tangga berpenghasilan menengah turun dari 62 persen pada tahun 1970 menjadi 43 persen pada 2014. Selama periode yang sama, pangsa penghasilan rumah tangga berpenghasilan tinggi meningkat dari 29 persen menjadi 49 persen.

Sejumlah kritikus berpendapat bahwa, dengan menggunakan proxy-nya yang berada dalam kepemimpinan The Fed dan Departemen Keuangan, oligarki keuangan memanfaatkan krisis keuangan 2008 sebagai shock therapy untuk mentransfer triliunan dolar uang pembayar pajak ke dalam poketnya, sehingga lebih memperparah distribusi sumber daya yang tidak adil. Studi PEW jelas menegaskan perampasan  sumber daya nasional ini oleh elit keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa laju ketimpangan telah meningkat secara cepat pasca guncangan pasartahun 2008, ketika aset dari re-inflasi hampir secara eksklusif mengalir untuk kepentingan oligarki keuangan.

Proxy (wakil/kaki-tangan_pent.) dari oligarki keuangan di pusat pembuatan kebijakan ekonomi tampaknya tidak lagi membenci destabilisasi gelembung yang turut mereka ciptakan. Mereka tampaknya percaya (atau berharap) bahwa kemungkinan gangguan dari meledaknya salah satu gelembung bisa diimbangi dengan menciptakan gelembung lain! Dengan demikian, setelah gelembung dot-com, datang gelembung perumahan; setelah itu, harga energidan gelembungpasar negara berkembang, setelah itu, gelembung pasar junk bond, dan sebagainya. Dengan cara yang sama seperti The Fed kembali mengembangkan gelembung demi gelembung, itu juga meredistribusi secara sistematis kekayaan dan pendapatan dari bawah ke atas.

Ini merupakan tren yang sangat menyenangkan karena, di luar isu-isu keadilan sosial dan ketidakamanan ekonomi untuk massa rakyat, kebijakan menciptakan dan melindungi gelembung aset secara reguler juga tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Tidak peduli berapa lama atau berapa banyak mereka dapat meluaskan gelembung—seperti pajak dan sewa dalam feodalisme—pada akhirnya dibatasi oleh jumlah nilai riil yang dihasilkan dalam perekonomian.

Adakah solusi bagi kerusakan ekonomi/masyarakat dari negara-negara inti kapitalis dengan kebutuhan akumulasi kapital keuangan parasit—yang sebagian besar dibina atau difasilitasi oleh bank sentral-bank sentral swasta dari negara-negara ini?

Ya, memang ada solusi. Solusi pada akhirnya adalah politik. Hal ini membutuhkan kebijakan politik yang berbeda dan/atau: politik yang melayani kepentingan mayoritas rakyat, bukan melayani komplotan oligarki keuangan.

Fakta bahwa bank-bank komersial pencari-laba dan perantara keuangan lainnya adalah sumber utama dari ketidakstabilan keuangan hampir tidak diperdebatkan. Hal ini sama terkenalnya bahwa, karena pengaruh ekonomi dan politik mereka, kepentingan keuangan yang kuat dengan mudah menumbangkan peraturan pemerintah, sehingga secara berkala mereproduksi ketidakstabilan keuangan dan gejolak ekonomi. Sebaliknya, bank sektor publik akan dapat meyakinkan deposan mereka secara lebih baik  tentang keamanan tabungan mereka, serta langsung membantu mengarahkan tabungan mereka untuk alokasi kredit yang menguntungkan secara sosial dan investasi produktif.


Wednesday, February 11, 2015

Riset Ilmiah : Baca Al Qur'an Dapat Mempengaruhi Kerja Syaraf

Al-Qur'an merupakan kalam Allah yang menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Kandungan di dalamnya menjadi pedoman hidup dan berisi tentang ilmu pengetahuan tentang seluruh alam semesta. Para ilmuan kemudian mencari kebenaran pengetahuan modern yang sebenarnya sudah dibahas dalam Al-Qur'an.

Selain kandungannya yang selalu menjawab segala permasalahan, ada fakta lain tentang ayat-ayat Al-Qur'an. Meski tidak mengetahui maknanya, bacaan ayat Al-Qur'an dapat mempengaruhi syaraf otak manusia.  Ini juga akan berlaku bagi mereka yang tidak beragama Islam sekalipun.


Adalah Dr. Al Qadhi yang merupakan seorang dokter ahli jiwa yang bekerja di salah satu Klinik Besar Florida Amerika Serikat. Pada penelitian yang dipublikasikan pada 1984 tersebut ditemukan bahwa seseorang yang mendengarkan Al-Qur'an dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Seperti penurunan depresi, kesedihan dan memperoleh ketenangan jiwa.

Pada penelitian tersebut Ia menggunakan peralatan elektronik modern untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Sebanyak lima orang sukarelawan menjadi objek dalam penelitiannya tersebut. Kelimanya terdiri dari tiga pria dan dua wanita yang semuanya tidak mengerti bahasa Arab.

Dr. Al Qadhi melakukan penelitian sebanyak 210 kali dan membaginya dalam dua sesi. Sesi pertama adalah mendengarkan Al-Qur'an dengan tartil dan sesi kedua membacakan bahasa arab bukan dari Al-Qur’an.

Dari hasil penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur'an, sementara pada bacaan bahasa Arab biasa mendapatkan ketenangan hanya hanya 35%.

Hal ini diperkuat dengan penelitian Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Penelitiannya menunjukan bahwa bacaan Al-Qur'an yang diperdengarkan kepada bayi yang rewel akan mengubah reaksi bayi menjadi tersenyum dan lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur'an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur'an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).




Sumber :
Viva.co.id

Sunday, February 8, 2015

Misteri Asal Usul Perayaan 'Valentine Day'


Peringatan Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang bermula di Prancis dan Inggris pada setiap 14 Februari. Tidak ada yang menduga perayaan hari itu akan menyebar ke seluruh penjuru dunia. Hari Kasih Sayang tak hanya dirayakan oleh mereka yang dimabuk atau dibuai cinta, tapi merata, mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.



Apakah kalian  tahu Bagaimana kisah asal- muasal perayaan Valentin itu ? Sebelum Kalian “latah” mengucapkan selamat hari Valentin alangkah baiknya tahu sejarah tentang lahirnya hari tersebut .

Kisah Pertama

Kisah Hari Valentine bisa ditelusuri dari era Romawi Kuno, terkait kepercayaan paganisme. 
Tiap tanggal 13-15 Februari, warga Romawi kuno merayakan Lupercalia. Upacara dimulai dengan pengorbanan dua ekor kambing jantan dan seekor anjing. 
Kemudian, pria setengah telanjang berlarian di jalanan, mencambuk para gadis muda dengan tali berlumuran darah yang terbuat dari kulit kambing yang baru dikorbankan. Walaupun mungkin terdengar seperti semacam ritual sesat sadomasokis, itu dilakukan orang-orang Romawi lakukan sampai tahun 496 Masehi. Sebagai ritus pemurnian dan kesuburan. 
"Upacara diyakini bisa membuat perempuan lebih subur," kata  Noel Lenski, sejawaran dari University of Colorado, Boulder, seperti dimuat USA Today, 13 Februari 2014. 
Puncak Lupercalia pada 15 Februari, di kaki Bukit Palatine, di samping gua -- yang diyakini menjadi tempat serigala betina menyusui Romulus and Remus -- pendiri kota Roma dalam mitologi Romawi.

Kisah Kedua

Valentine’s Day juga merupakan warisan budaya Romawi kuno, yaitu upacara pemujaan dan penyembahan kepada dua Dewa besar, Leparcus (dewa kesuburan) dan Dewa faunus (dewa alam semesta).

Upacara tersebut dirayakan tepatnya pada tanggal 15 Februari, masa kekuasaan Kaisar Kontantine (280-337M). Dalam upacara tersebut, dia memberikan kesempatan kepada para remaja wanita untuk menyampaikan pesan cintanya kepada pria pujaannya. Kemudian, para remaja pria akan menerima pesan-pesan cinta tersebut. Mereka berpasang-pasangan, bernyanyi bersama, berdansa dan biasanya diakhiri dengan perbuatan amoral (coitus). 

Namun, pada abad ke-5 M, tepatnya tahun 494 M, oleh Paus Glasium I, memutuskan mengganti upacara penyucian ini dan sebagai gantinya kemudian ditetapkan sebagai peringatan Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day). Tanggal peringatan pun diubah menjadi setiap 14 Februari, yaitu tanggal dihukumnya pendeta Santo Valentine. Sehingga, Paus Glassium I dikenal sebagai pelopor peringatan Valentine’s Day..
Tapi siapa Santo Valentine? Misteri menyelubungi identitas dari sosok yang konon adalah santo pelindung para kekasih itu.
Pada Tahun 270-an M Roma dipimpin oleh Raja Claudius II yang  dikenal sebagai 
 “ Claudius si Kejam “ , yang membuat Roma terlibat dalam berbagai pertempuran berdarah. Untuk bisa selalu menang di peperangan, sang kaisar harus mewujudkan tentara yang kuat. Namun, hal ini sulit diwujudkan.
Menurut sang kaisar, bala tentaranya enggan pergi ke medan tempur karena terikat pada istri atau kekasih mereka. Untuk mengatasinya, Claudius II melarang semua bentuk pernikahan dan pertunangan di Roma.
Valentine sebagai pendeta, menentang kebijakan ini dan secara diam-diam menikahkan pasangan muda-mudi. Saat tindakan ini ketahuan, Valentine ditahan dan dihukum dipukuli hingga mati dan dipancung. Hukuman ini terjadi pada 14 Februari pada atau sekitar tahun 270-an Masehi.
Atas jasanya itu, Valentine dinobatkan sebagai orang suci hingga disebut Santo Valentine. Meski demikian, identitas asli dan kenyataan dari legenda Valentine masih dianggap belum jelas.

Misteri 3 Sosok Valentine 
Di kutip dari situs sains LiveScience, setidaknya ada 3 pria yang bernama Valentine di tahun 200-an Masehi. Semuanya tewas secara mengenaskan. 

Salah satunya adalah seorang imam di Kekaisaran Romawi yang membantu orang-orang Kristen yang dianiaya pada masa pemerintahan Claudius II. Saat dipenjara, ia mengembalikan penglihatan seorang gadis yang buta -- yang jatuh cinta padanya. Valentine yang pertama dipenggal pada 14 Februari. 

Valentine yang kedua adalah uskup yang saleh dari Terni, yang juga disiksa dan diekselusi selama pemerintahan Claudius II, juga tanggal 14 Februari -- di tahun yang berbeda dengan yang dari Terni. 

Sementara, yang ketiga adalah Valentine dari Genoa yang diam-diam menikahkan pasangan, menentang aturan pernikahan yang dikeluarkan Claudius II.  Saat ia dipenjara, legenda menyebut bahwa ia jatuh cinta dengan putri orang yang memenjarakannya. Sebelum dieksekusi sadis, ia membuat surat cinta pada sang kekasih. Yang ditutup dengan kata, 'Dari Valentine-mu'. 

Asal Usul Kata Valentine & 14 Februari

Lepas dari legenda, keterkaitan Santo Valentine dan cinta baru muncul lama kemudian. Dalam puisi Geoffrey Chaucer, penyair Inggris dan penulis buku terkenal, 'The Canterbury Tales'.  Demikian menurut Andy Kelly, seorang ahli Bahasa Inggris  dari University of California, Los Angeles, yang menulis buku 'Chaucer dan Cult of St Valentine'.

Chaucer, menulis sebuah puisi berjudul Parliament of Fowls (1382), untuk merayakan pertunangan Raja Richard II. 
Berikut petikan puisinya :

“ For this was sent  on seynt valentine’s day 
  When every foul cometh there to choose his mate “

Dalam puisi itu, Hari Valentine dirayakan pada 3 Mei --bukan 14 Februari serta itu adalah pertama kali dalam sejarah istilah “ Valentine Day ”.digunakan  

"Tak lama setelahnya, dalam satu generasi, orang-orang mengambil ide untuk merayakan Valentine sebagai hari kasih sayang." 

Valentine yang menjadi referensi Chaucer mungkin adalah Santo Valentine dari Genoa yang meninggal pada 3 Mei. Tetapi orang-orang pada saat itu tidak begitu akrab dengan sosok itu. Lebih akrab dengan kisah Valentine dari Roma dan Teri yang dieksekusi pada 14 Februari -- yang lantas dikaitkan dengan cinta. 

Asal Usul Kartu Valentine 

Kemudian, 33 tahun kemudian, Duke Charles of Orleans menulis apa yang dianggap sebagai kartu Valentine tertua. 

Dipenjara di Tower of London atau Menara London setelah ditangkap Inggris pada 1415, Charles menulis sebuah surat cinta berima untuk istrinya, Bonne d’Armagnac -- yang kini disimpan di British Library, London.

Puisi itu terdiri dari 2 baris, dalam Bahasa Prancis. Malangnya, sang istri meninggal sebelum Charles kembali ke Prancis pada tahun 1440. 

Namun, ahli Bahasa Inggris dari SUNY-Buffalo State, Ann C. Colley mengatakan, pemberian kartu Valentine baru populer di Inggris pada pertengahan Abad ke-19. 

Ada dua pendukung saat itu: layanan pos pertama Inggris, Penny Post didirikan -- membuat mengirimkan surat makin murah dan tersedia bagi setiap orang. 

Faktor kedua, untuk kali pertamanya, kartu Valentine diproduksi massal. Mesin pencetak kala itu mampu mengaplikasikan sejumlah metode pencetakan, seperti cetak timbul, desain renda, atau kartu 3 dimensi. Demikian ujar dosen sejarah Amerika dan budaya populer di George Mason University.

Meski budaya memberikan kartu Valentine berawal dari Inggris, pengaruhnya menyebar hingga Amerika Serikat pada tahun 1840-an.

Uniknya, di Inggris, kartu tak hanya diberikan pada orang yang ditaksir, tapi juga pada mereka yang tak disukai.
Hubungan Coklat Cupid, dan Mawar Merah dengan Valentin 

Cokelat Valentine

Cokelat telah lama dianggap sebagai afrodisiak, pembangkit gairah. Dimulai di Abad ke-17, saat biji cokelat kali pertama dibawa ke Eropa dari Meksiko dan Amerika Tengah, bangsa Eropa mengaitkannya dengan kisah tentang Montezuma dan istri-istrinya. 

Abad ke-19 adalah masa di mana permen dan kudapan manis lebih terjangkau untuk kelas menengah, seiring produksi massal cokelat. 

Pada tahun 1868, Richard Cadbury mengeluarkan cokelat Hari Valentine pertama.  "Ada gagasan afrodisiak yang membuat cokelat sesuai untuk Hari Valentine," kata Alexandra Leaf, ahli kuliner sekaligus pendiri  Chocolate Tours of New York City. 

Cupid

Pada Abad ke-5, Eros (inspirasi untuk kata 'erotis'), versi Yunani dari Cupid, digambarkan sebagai sosok pemuda tinggi, atletis, heroik, dan memiliki sayap. Demikian ujar Angeline Chiu, profesor dari University of Vermont kepada USA Today. 

Lho, mengapa kini bentuknya mirip bayi? 

Menurut Chiu, transformasi Cupid, dari pemuda gagah jadi bayi lucu berasal dari seni era Renaissance. 

"Raphael dan para seniman lain melukis bayi kecil montok di mana-mana," kata Chiu. "Mereka tak bermaksud melukis Cupid. Mungkin untuk menggambarkan cinta secara umum," tambah dia. 

Namun, imej Cupid sebagai bayi lucu bertahan hingga saat ini. 

Mawar Merah

Pada abad ke-18, Charles II dari Swedia memperkenalkan ide bahwa bunga melambangkan emosi atau pesan tersirat. Demikian menurut ProFlowers.com.

"Saat ini, mawar merah berasosiasi dengan gairah cinta, mawar merah muda untuk persahabatan, putih untuk kemurnian, dan merah-putih adalah persatuan," kata Jennifer Sparks, juru bicara Society of American Florists.

Namun, ia menyarankan, pemberi bunga tak usah pusing memikirkan soal makna. Fokuslah pada bunga yang disukai oleh penerima.




Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/12/02/13/lz5qb9-asal-usul-valentines-day
http://www.poztmo.com/2012/01/valentine-day.html
http://news.liputan6.com/read/826354/misteri-mitos-dan-asal-usul-kelam-hari-valentine
http://www.tempo.co/read/news/2015/02/07/205640694/Ini-5-Fakta-Unik-Hari-Valentine

http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/02/14-februari-278-m-santo-valentine-dipancung